Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026 mengusulkan kebijakan dwi kewarganegaraan terbatas yang memungkinkan diaspora Indonesia mempertahankan kewarganegaraan asing secara selektif, membuka pintu bagi pemain keturunan berbakat di Eropa untuk memperkuat Timnas Indonesia. DPR kini membahas gagasan ini, dengan sepak bola menjadi salah satu sektor paling potensial untuk melihat dampaknya. Jika diterapkan, sejumlah nama pemain keturunan yang sudah berkarier di liga top Eropa bisa menjadi tambahan strategis bagi skuad Garuda.
Kayne van Oevelen, kiper berpostur hampir dua meter dengan darah Indonesia dari garis keluarga, menjadi prospek menarik untuk mengisi posisi penjaga gawang yang butuh keunggulan udara. Kevin Diks, yang sudah pernah memperkuat Timnas Indonesia, menawarkan fleksibilitas sebagai bek kanan maupun tengah, sekaligus pengalaman bermain di level Eropa. Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia yang kini membela Sassuolo di Serie A, menjadi tulang punggung lini belakang dengan ketenangan, kemampuan membaca permainan, dan duel udara yang solid. Pascal Struijk, bek berbadan tinggi 1,90 meter yang kini memperkuat Brighton & Hove Albion di Premier League setelah pindah dari Leeds United pada musim panas 2026, menawarkan kekuatan fisik dan pengalaman di kompetisi paling ketat dunia—potensi duet mematikan bersama Idzes jika keduanya bergabung. Calvin Verdonk, yang sudah menjadi bagian Timnas Indonesia dan kini bermain untuk LOSC Lille di Ligue 1 Prancis, mampu mengisi posisi bek kiri maupun tengah, sekaligus telah menghirup atmosfer Liga Champions 2026/27.
Selain kelima nama tersebut, masih ada enam pemain keturunan lain yang menjadi kandidat potensial dalam skenario hipotetis ini, meski belum diungkapkan identitasnya dalam teks sumber. Kebijakan yang sedang dibahas tidak serta-merta mengubah status mereka menjadi pemain Timnas, tetapi memberi ruang hukum bagi mereka untuk memilih membela Indonesia tanpa harus melepaskan kewarganegaraan asal. Dengan pengalaman bermain di liga-liga top Eropa, para pemain ini bukan sekadar tambahan kualitas, tapi simbol kemajuan yang bisa mengangkat daya saing Timnas Indonesia di pentas internasional.















