Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa terus mengupayakan agar tenaga guru honorer masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Demikian disampaikan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Mohammad Husnul Alwan, dalan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi dengan Aliansi Mahasiswa Sumbawa Menggugat, Rabu (24/09) di DPRD Sumbawa.
Baca Juga: Dikbud: 2.640 PPPK, Kebutuhan Guru Tercapai Sekitar 90 Persen
“Kita tidak tinggal diam akan berjuang terus agar tenaga honorer terdaftar di Dapodik,” tegas Alwan.
Diungkapkan, saat ini terdapat 2.671 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru. Dan lainnya akan menjadi PPPK Paruh Waktu.
Diungkapkan, diluar PPPK dan PPPK Paruh Waktu, masih terdapat sekitar 1.117 tenaga guru honorer yang belum diangkat PPPK. Sebab belum memenuhi persyaratan, antara terdata di Dapodik atau persyaratan lainnya.
Disebutkan, saat ini, tingkat SD kebutuhan sedikitnya 93 orang. “guru honorer kita kelebihan. Pjok kekurangan 200. Guru agama kekurangan 71 orang,” sebut dia.
Dijelaskan, untuk guru honorer upah bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), disamping insentif. “Standar prasarana juga jadi perhatian kita, walaupun belum bisa terpenuhi maksimal karena Kemampuan anggaran,” ucapnya. (Using)

















