Sumbawanews.com,- Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, mengkritik tajam Presiden FIFA Gianni Infantino atas wacana penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan valuasi 20 miliar dolar AS. Kritik ini muncul setelah rencana tersebut mendapat penolakan luas dari konfederasi UEFA dan CONCACAF, hingga akhirnya dibatalkan pada awal Agustus 2026. Neuendorf menilai Infantino bertindak sepihak, tanpa transparansi, dan tidak memprioritaskan kepentingan sepakbola global.
Neuendorf menegaskan bahwa keputusan yang diambil Infantino mengabaikan proses kolektif dalam tubuh FIFA. Ia memuji kesatuan suara UEFA dan konfederasi lain yang menolak rencana itu, sekaligus menyerukan reformasi budaya pengambilan keputusan di FIFA—di mana kebijakan besar harus dibahas dan disepakati oleh anggota melalui badan-badan resmi, bukan ditetapkan secara otoriter.
Pernyataan Neuendorf, yang dikutip dari Bavarian Football Works, menjadi sorotan setelah batalnya FFE memperkuat tekanan terhadap Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA 2027. Dukungan dari negara-negara Eropa, termasuk Jerman, mulai menguap seiring kekhawatiran akan komersialisasi berlebihan terhadap turnamen paling bergengsi di dunia.
Polemik ini semakin memperdalam perpecahan antara kepemimpinan FIFA dan konfederasi besar, dengan sejumlah tokoh politik dan federasi sepakbola menyerukan perubahan kepemimpinan demi masa depan sepakbola yang lebih inklusif dan berintegritas.















