Home Berita Nasional Demonstran Bertahan di Thamrin Hingga Malam

Demonstran Bertahan di Thamrin Hingga Malam

Sumbawanews.com,- Meski langit telah gelap dan lampu-lampu jalan menyala, ratusan mahasiswa dan warga tetap berdiri di depan Gedung Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, menyanyikan lagu-lagu perjuangan dengan suara keras dan penuh tekad. Yel-yel “Menuju Indonesia Bangkrut” bergema di antara barisan perisai polisi dan tentara yang menghalangi jalan menuju Bundaran HI—tujuan awal aksi yang diblokade sejak siang.

Aksi yang diinisiasi aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa dari UI, IPB University, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Pancasila, dan Universitas Gunadarma, serta organisasi seperti Front Mahasiswa Nasional dan Semar UI, berlangsung sejak pukul 15.10 WIB. Massa yang awalnya berencana berdemonstrasi di Bundaran HI terpaksa berhenti di Dukuh Atas, sekitar 500 meter dari lokasi tujuan, setelah aparat mengerahkan kekuatan untuk menghalangi pergerakan mereka.

Meski sebagian kelompok, termasuk BEM UI, memutuskan membubarkan diri menjelang malam, puluhan bahkan lebih dari seribu orang tetap bertahan. Di antara mereka, banyak pekerja kantoran yang baru bergabung setelah jam pulang kerja. “Ini bukan hanya soal mahasiswa,” kata Zikra, seorang profesional yang ikut menyanyi bersama massa. “Ini soal hidup kita sehari-hari—harga beras, BBM, dan uang makan yang terus melambung.”

Lima tuntutan utama tetap dipegang teguh: pertama, menghentikan pemborosan APBN; kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM; ketiga, mencabut program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; keempat, mengakhiri militerisasi di ranah sipil; dan kelima, menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan kebijakan pemerintah dan berhenti mengelak.

Di tengah hujan ringan yang turun menjelang pukul 20.00 WIB, para demonstran tidak bergeming. Lagu “Maju Tak Gentar” dan “Halo-Halo Bandung” mengalun kembali, disambut sorak-sorai. Di belakang mereka, lalu lintas di Jalan M.H. Thamrin lumpuh total. Di depan, aparat tetap bersiap—tak menyerang, tapi juga tak memberi jalan.

Aksi ini bukan sekadar protes. Ini adalah bentuk kekecewaan yang terkumpul—dari kenaikan harga, ketidakpercayaan terhadap tata kelola anggaran, hingga kekhawatiran akan semakin menguatnya intervensi militer dalam urusan sipil. Dan meski malam semakin dalam, nyala api protes di Thamrin belum padam.

Previous articleBMW Luncurkan Konsep EV M Pertama untuk Balap dan Jalan Raya
Next articleNetflix Turunkan Kualitas Gambar? Ini Cara Mengeceknya
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.