Sumbawanews.com,- Jumat, 3 Juli 2026, di stadion yang menjadi tuan rumah laga babak 32 besar Piala Dunia, Cristiano Ronaldo siap menghadapi Kroasia dalam upaya memutus kutukan tak tergoyahkan: belum pernah mencetak gol di fase gugur Piala Dunia. Meski telah mengoleksi 10 gol sepanjang karier internasionalnya di ajang empat tahunan itu, seluruhnya lahir di fase grup—termasuk dua golnya ke gawang Uzbekistan di turnamen kali ini. Statistik Opta mencatat, Ronaldo telah melepaskan 29 tembakan tanpa hasil di babak gugur sejak 1966, rekor terbanyak dalam sejarah pencatatan resmi Piala Dunia.
Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, telah tampil dalam 17 pertandingan Piala Dunia sejak debutnya pada 2006, dengan delapan di antaranya berlangsung di fase grup. Ia juga mencatat dua assist, tetapi belum pernah menyumbang assist atau gol di babak eliminasi langsung. Rekor ini menjadi beban psikologis yang terus menghantui sang kapten Timnas Portugal, meski ia tetap menjadi sosok sentral dalam setiap laga timnya.
Kroasia, tim yang pernah menjadi finalis Piala Dunia 2018, menjadi lawan berbahaya yang menuntut konsistensi tinggi dari Ronaldo. Laga ini bukan sekadar ujian taktis, tetapi juga momen sejarah bagi pemain yang telah mengukir ratusan rekor di level klub—namun masih menanti momen emas di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Dengan segala beban ekspektasi, Ronaldo siap memasuki lapangan bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi sebagai simbol perlawanan terhadap takdir yang selama dua dekade belum mampu ia pecahkan.















