Sumbawanews.com,- Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) membuka 71 dokumen President’s Daily Brief (PDB) yang sebelumnya dirahasiakan, mengungkap serangkaian peringatan intelijen tentang ancaman Osama bin Laden dan Al-Qaeda bertahun-tahun sebelum serangan 11 September 2001. Dokumen-dokumen itu, dideklasifikasi pada 11 September 2026, menunjukkan bahwa pejabat AS telah memperhatikan kemungkinan serangan di dalam negeri, termasuk pembajakan pesawat dan penggunaan pesawat sebagai senjata, sejak setidaknya Februari 1998. Laporan pada April 1998 menyebut Taliban enggan menyerahkan Bin Laden yang bersembunyi di Afghanistan, sementara pada Juni 1998, CIA mulai menyusun analisis tentang potensi target anti-Amerika. Pada September 1998, salah satu PDB secara eksplisit menyebut kemungkinan serangan di wilayah AS, bahkan menyebut Washington sebagai sasaran, serta kemungkinan pesawat bermuatan bahan peledak diterbangkan ke kota-kota besar. Peringatan serupa kembali muncul pada Desember 1998, dengan laporan bahwa sejumlah anggota jaringan Bin Laden telah menguji kemampuan membajak pesawat di bandara New York. Meski tidak ada indikasi spesifik tentang waktu, lokasi, atau metode serangan 9/11, arsip itu menunjukkan bahwa tanda-tanda ancaman telah jelas tercatat dalam sistem intelijen AS selama bertahun-tahun sebelum tragedi itu terjadi.















