Home Serba Serbi Tekno ChatGPT-5.6 Diluncurkan Terbatas atas Permintaan Pemerintah AS

ChatGPT-5.6 Diluncurkan Terbatas atas Permintaan Pemerintah AS

Sumbawanews.com,- OpenAI membatasi peluncuran model kecerdasan buatan terbarunya, ChatGPT-5.6, hanya kepada sekelompok kecil mitra tepercaya, menyusul permintaan resmi dari pemerintah Amerika Serikat. Peluncuran yang awalnya dijadwalkan terbuka bagi publik kini ditunda sementara, dengan akses pratinjau hanya diberikan kepada pihak yang telah disetujui oleh otoritas AS.

Dalam rilis blog pada 26 Juni 2026, OpenAI memperkenalkan tiga varian dalam keluarga GPT-5.6: Sol sebagai model puncak, Terra untuk penggunaan sehari-hari, dan Luna yang dirancang untuk efisiensi biaya dan kecepatan tinggi. Meski Sol diakui sebagai AI paling canggih yang pernah dibangun OpenAI—dengan kemampuan unggul dalam pemrograman, biologi, dan keamanan siber—pemerintahan Presiden Donald Trump menyetujui pembatasan akses demi alasan keamanan nasional.

Kebijakan ini mengikuti langkah serupa yang diambil terhadap Anthropic setelah peluncuran model Fable 5, ketika pemerintah AS memerintahkan penarikan akses bagi warga negara asing. Kini, tekanan terhadap perusahaan AI semakin ketat. Dean Ball, mantan penasihat AI Gedung Putih yang akan bergabung dengan OpenAI, menilai perintah eksekutif yang mewajibkan perusahaan menyerahkan model AI tercanggih untuk ditinjau 30 hari sebelum rilis telah menciptakan mekanisme de facto yang bersifat wajib, meski secara teknis bersifat sukarela.

Ball memperingatkan bahwa tanpa standar keamanan yang jelas dari pemerintah, proses peninjauan berulang akan menghambat inovasi, memperlambat peluncuran teknologi, dan secara tidak langsung menguntungkan China dalam perlombaan AI global. Ia juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap investasi miliaran dolar dalam infrastruktur AI di AS.

Meski mematuhi permintaan pemerintah, OpenAI menegaskan bahwa mekanisme ini tidak boleh menjadi norma permanen. “Kami tidak percaya proses akses pemerintah seperti ini seharusnya menjadi standar jangka panjang. Hal ini membuat alat terbaik tidak dapat diakses oleh pengguna, pengembang, perusahaan, pelindung siber, dan mitra global yang membutuhkannya,” kata Ball, mengutip laporan TechCrunch.

OpenAI menyatakan pembatasan ini bersifat sementara, sebagai bagian dari kolaborasi dengan pemerintah AS untuk menyusun kerangka keamanan siber baru melalui perintah eksekutif. Tujuannya: menciptakan sistem yang lebih transparan, berkelanjutan, dan seimbang antara inovasi dan keamanan.

Dari sisi teknis, Sol—model utama GPT-5.6—menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi. Model ini mampu menghasilkan performa setara Claude Mythos 5 dengan hanya sepertiga jumlah token keluaran, sekaligus menghadirkan mode penalaran “max” dan “ultra” yang mengandalkan subagen untuk menyelesaikan tugas kompleks. Sistem keamanannya juga direkayasa ulang: proteksi tidak lagi ditambahkan sebagai lapisan eksternal, melainkan ditanamkan langsung ke dalam arsitektur inti model, menghindari kegagalan yang pernah terjadi pada Fable 5 saat sistem mengalihkan permintaan sensitif ke model lama.

Harga layanan GPT-5.6 dirancang bertingkat: Sol dibanderol US$5 per juta token masukan dan US$30 per juta token keluaran; Terra dengan tarif setengahnya; dan Luna yang paling ekonomis, hanya US$1 dan US$6 untuk masukan dan keluaran masing-masing. OpenAI berencana memperluas akses ke pengguna ChatGPT, Codex, dan API dalam waktu dekat, meski masih dalam batasan yang ditetapkan pemerintah.

Previous articleManuel Ugarte Cedera Ligamen Lutut, Piala Dunia 2026 Berakhir Duka bagi Manchester United
Next articleRudal PL-16 China dan AIM-260 AS: Perlombaan Jarak Jauh di Langit Indo-Pasifik