Sumbawanews.com,- Belgia kembali menulis sejarah dengan comeback spektakuler di Piala Dunia 2026, menyusul keberhasilan mereka mengalahkan Senegal 3-2 setelah tertinggal dua gol. Kemenangan dramatis ini mengulang kisah legendaris mereka saat menghancurkan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018.
Laga di Lumen Field, Seattle, pada 1 Juli 2026, berjalan searah dengan prediksi: Senegal tampil lebih tajam dan efektif. Habib Diarra membuka keunggulan tim Afrika pada menit ke-24, diikuti gol Ismaila Sarr di menit ke-51 yang membuat Belgia nyaris tersingkir. Dengan waktu tersisa kurang dari sepuluh menit, harapan Red Devils hampir padam—hingga Romelu Lukaku membangkitkan semangat timnya dengan gol pengecil skor pada menit ke-86.
Tiga menit kemudian, Youri Tielemans menyamakan kedudukan lewat sundulan manis dari umpan Leandro Trossard. Laga pun melangkah ke perpanjangan waktu, dan di menit ke-120+5, Tielemans kembali menjadi pahlawan. Setelah VAR memutuskan pelanggaran di kotak penalti, ia mengeksekusi penalti dengan dingin, mengirim bola ke pojok gawang dan mengakhiri perlawanan Senegal dengan skor 3-2.
Ini adalah kali kedua Belgia membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol di fase gugur Piala Dunia. Delapan tahun silam, di Rostov Arena, mereka menyusul Jepang yang unggul 2-0 lewat gol Genki Haraguchi dan Takashi Inui. Jan Vertonghen dan Marouane Fellaini menyamakan skor, sebelum Nacer Chadli mencetak gol kemenangan di detik-detik terakhir.
Kini, Senegal bergabung dengan Jepang sebagai korban keajaiban Belgia di panggung terbesar sepak bola dunia. Kemenangan ini membawa tim asuhan Dick Advocaat melangkah ke babak 16 besar, sementara Senegal harus menelan pil pahit kekalahan yang tak terduga—meski tampil lebih dominan selama 90 menit pertama.
Dengan mental baja dan ketajaman di momen krusial, Belgia kembali membuktikan diri sebagai tim yang tak pernah menyerah, bahkan ketika semua orang sudah menyerah bersama mereka.















