Home Berita Internasional Belanda Catat 900 Kematian Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Belanda Catat 900 Kematian Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Sumbawanews.com,- Gelombang panas ekstrem yang melanda Belanda dari akhir Juni hingga awal Juli 2026 menyebabkan lebih dari 900 kematian berlebih, menurut data Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM). Lonjakan kematian tersebut tercatat selama periode 22 Juni hingga 5 Juli, dengan korban sebagian besar berusia di atas 80 tahun dan menderita penyakit kronis. RIVM menyatakan suhu udara yang sangat tinggi menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada kelompok rentan. Peringatan cuaca tertinggi untuk panas ekstrem pun dikeluarkan Badan Meteorologi Belanda (KNMI) untuk pertama kalinya, menandai tingkat bahaya yang belum pernah terjadi sejak rekor suhu tertinggi 2019.

Kematian berlebih paling tinggi terjadi di wilayah selatan dan timur Belanda, yang mengalami suhu paling ekstrem. Pada pekan pertama (22–28 Juni), tercatat 586 kematian berlebih, sementara pekan kedua (29 Juni–5 Juli) menambah 325 kasus, yang diduga sebagai efek lanjutan paparan panas setelah suhu mulai turun. RIVM menjelaskan bahwa lansia mengalami penurunan fungsi tubuh dalam mengatur suhu, risiko dehidrasi meningkat, dan gangguan organ kronis seperti jantung dan paru-paru semakin diperburuk oleh cuaca panas. Kualitas udara yang memburuk selama periode ini turut memperparah ancaman kesehatan publik.

Fenomena ini menjadi pengingat serius bahwa gelombang panas bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi bencana kesehatan nyata yang berdampak langsung pada nyawa manusia, terutama bagi mereka yang paling rentan.

Previous articleOpenAI Hentikan Browser Atlas, Fokus ke ChatGPT Desktop
Next articleWilliam Saliba Terpaksa Absen 4-5 Bulan Usai Operasi Punggung