Sumbawanews.com,- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa angka melek huruf generasi muda di Banten menyentuh 99,95%—hampir menyentuh angka sempurna. Capaian ini menjadi bukti nyata kemajuan pendidikan dasar di provinsi yang berbatasan dengan Jakarta itu, seiring dengan angka partisipasi sekolah jenjang dasar yang mencapai 99,52%.
Dalam rilis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, BPS Banten menegaskan bahwa hampir seluruh remaja usia 15–24 tahun di provinsi ini telah menguasai keterampilan membaca dan menulis. Prestasi ini tak lepas dari komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan, termasuk dari sisi tenaga pengajar: 97% guru di Banten telah memenuhi standar akademik minimal S1 atau D4.
Namun, di balik keberhasilan literasi tradisional, muncul tantangan baru di era digital. Meski 84,38% pelajar aktif menggunakan internet, akses terhadap perangkat pendukung seperti laptop atau komputer masih terbatas—hanya 20,11% yang memiliki akses ke perangkat tersebut. Sebagian besar siswa masih mengandalkan ponsel sebagai satu-satunya alat belajar digital.
“Ini bukan sekadar masalah akses, tapi soal kesetaraan,” ujar perwakilan BPS Banten. “Pembelajaran abad ke-21 membutuhkan lebih dari koneksi internet. Butuh perangkat yang memadai, lingkungan yang mendukung, dan infrastruktur yang merata.”
Data ini menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk mempercepat program pemerataan teknologi pendidikan. Dengan fondasi literasi yang hampir sempurna, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa setiap anak muda Banten tidak hanya bisa membaca, tapi juga mampu berinteraksi, mencipta, dan berkompetisi di dunia digital.
Pencapaian ini sekaligus menempatkan Banten sebagai salah satu daerah dengan indeks pendidikan tertinggi di Pulau Jawa, sekaligus menjadi contoh bagaimana konsistensi kebijakan dan investasi sumber daya manusia bisa mengubah angka statistik menjadi kenyataan hidup yang berdampak jangka panjang.

















