Sumbawanews.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Jepang memicu banjir bandang dan tanah longsor, mengakibatkan 7.000 penumpang terdampar di Bandara Narita akibat lumpuhnya transportasi darat pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Gangguan serius pada layanan kereta dan bus membuat para penumpang tak bisa meninggalkan bandara, sehingga harus menginap di terminal hingga Jumat pagi. Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tertinggi, Level 5, untuk lebih dari sepertiga wilayah Prefektur Chiba, di mana curah hujan mencapai 115 milimeter dalam satu jam di Chuo Ward. Lebih dari 400.000 warga di Chiba dan Ibaraki mendapat perintah evakuasi, dengan 102.600 orang masih berada dalam zona bahaya hingga Jumat pagi.
Banjir merendam jalan-jalan utama, membuat kendaraan terjebak dan memicu kemacetan parah di sejumlah daerah. Enam orang dinyatakan tewas di Chiba, termasuk korban yang ditemukan dalam mobil yang terendam dan di tengah genangan air. Lebih dari 200 pusat evakuasi telah didirikan di empat prefektur—Chiba, Ibaraki, Saitama, dan Gunma—untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah. Otoritas terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko banjir susulan dan longsor, sementara upaya pemulihan transportasi masih berlangsung.















