Sumbawanews.com,- Delapan awak kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan mencoba bunuh diri selama menjalani misi panjang di Timur Tengah, sebagaimana diungkapkan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao dalam surat kepada Senator Kirsten Gillibrand pada Selasa. Kejadian ini terjadi dalam konteks penugasan yang diperpanjang berulang kali sejak November 2025, dengan kapal kini dalam perjalanan pulang ke Amerika Serikat setelah bertugas lebih dari sembilan bulan. Cao menyatakan bahwa delapan personel tersebut berasal dari berbagai unit di kapal, termasuk awak, sayap udara, dan skuadron pendukung. Meski Angkatan Laut AS membantah adanya krisis kesehatan mental massal, ia mengakui adanya gangguan teknis terbatas pada sistem desalinasi dan pasokan makanan yang sempat terganggu sementara.
Senator Gillibrand mengecam respons pemerintahan Trump terhadap laporan kondisi awak, menyebut sikap pemerintah sebagai “tidak dapat diterima” dan menegaskan bahwa apa yang dianggap sebagai “berita palsu” justru merupakan krisis serius yang memburuk. Keluarga para pelaut sebelumnya telah mengungkap kekhawatiran mendalam terhadap tekanan psikologis akibat kondisi kerja yang ekstrem, termasuk kekurangan waktu istirahat, kebisingan berkelanjutan, dan tempat tinggal yang buruk. Studi terhadap 956 pelaut pada Januari 2025 menunjukkan bahwa personel kapal perang AS mengalami tingkat tekanan psikologis tertinggi dibandingkan cabang militer lainnya.
USS Abraham Lincoln meninggalkan San Diego pada November 2025 untuk misi di Laut China Selatan sebelum dikerahkan ke Timur Tengah menjelang Februari 2026. Penugasan yang awalnya dijadwalkan berakhir pada Mei 2026 diperpanjang hingga Agustus, saat kapal induk USS George Washington tiba untuk menggantikannya. Para awak sempat singgah di Thailand sebelum melanjutkan perjalanan pulang, menjadi kesempatan pertama mereka menginjak daratan setelah berbulan-bulan di laut. Angkatan Laut AS menyatakan tersedia lima pendeta militer dan tim kesehatan mental di kapal untuk mendukung kesejahteraan awak, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang tindakan konkret yang diambil untuk mencegah insiden serupa.















