Sumbawanews.com,- Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal dan China mencapai 1.280 orang per Kamis, 3 September 2026, dengan lebih dari 5.260 orang masih dilaporkan hilang dalam operasi pencarian yang memasuki pekan kedua. Di Nepal, otoritas mencatat 1.259 korban tewas dan 5.083 orang hilang, termasuk 583 warga asing, sementara di China 21 orang tewas dan 541 lainnya belum ditemukan, dengan 261 di antaranya merupakan warga asing. Ribuan personel keamanan telah dikerahkan, namun upaya penyelamatan terhambat oleh putusnya jalan, listrik, dan jaringan komunikasi. Di daerah terdampak seperti Rasuwa, keluarga korban menggelar ritual pemakaman simbolis dengan patung dari rumput suci, sementara di Chitwan, jasad tak dikenali dibakar setelah sampel DNA diambil karena keterbatasan kapasitas identifikasi. Banjir dipicu oleh pecahnya gletser di Gunung Langtang Lirung pada ketinggian 5.200 meter pada 26 Agustus, yang memicu longsor es dan bebatuan yang menghancurkan distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, serta menutup titik lintas batas Gyirong di Tibet.















