Sumbawanews.com,- Nominasi Ballon d’Or 2026 telah diumumkan, memunculkan kejutan besar dengan sejumlah bintang top tak masuk daftar 30 besar, meski Paris Saint-Germain mendominasi dengan 10 wakil usai mempertahankan gelar Liga Champions musim lalu. Spanyol juga kuat mewakili tim nasional setelah juara Piala Dunia, sementara Lionel Messi kembali masuk berkat perannya membawa Argentina ke final turnamen tersebut. Namun, dua pemain berperforma gemilang—Pedri dan David Raya—justru absen, memicu perdebatan di kalangan pengamat.
Pedri, 23, menjadi tulang punggung Barcelona sepanjang musim 2024/2025, mencatat lebih dari 3.000 menit bermain di semua kompetisi dan berkontribusi besar dalam raihan gelar La Liga serta Piala Super Spanyol. Meski performanya sempat menurun di akhir musim akibat kelelahan dan masalah kebugaran, bukan karena kesalahan teknis, ia tetap menjadi salah satu gelandang paling konsisten di Eropa. Di level tim nasional, ia justru lebih sering duduk di bangku cadangan selama Piala Dunia, dengan Fabian Ruiz yang dipilih sebagai starter di laga-laga krusial, termasuk final melawan Argentina. Ketidakhadirannya di nominasi ini dianggap sebagai keputusan yang mengejutkan mengingat perannya yang tak tergantikan di lapangan.
Sementara itu, David Raya, penjaga gawang Arsenal, absen dari daftar meski meraih Golden Glove Liga Inggris untuk ketiga kalinya berturut-turut. Ia mencatat 19 clean sheet dari 37 laga Premier League, hanya kebobolan 26 gol, dan menjadi pilar utama dalam keberhasilan The Gunners meraih gelar liga pertama mereka dalam 22 tahun. Di Liga Champions, Raya juga tampil solid dengan hanya lima kebobolan dalam 14 pertandingan, membawa Arsenal ke final kompetisi antarklub Eropa. Meski blunder di menit injury time saat melawan Wolverhampton menjadi sorotan, statistik keseluruhan musimnya tetap menjadi yang terbaik di posisinya—namun tak cukup mengantarkannya ke nominasi Ballon d’Or.
Dengan 10 wakil dari PSG dan sejumlah nama besar Spanyol serta Argentina mengisi daftar, keputusan mengabaikan Pedri dan Raya—dua pemain yang secara konsisten menjadi kunci kesuksesan timnya—menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah nominasi Ballon d’Or modern.















