Sumbawanews.com,- Pada Kamis malam, 1 Oktober 2026, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Timnas Indonesia dan Timnas Malaysia saling berlomba mengejar posisi teratas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dalam pertandingan serentak yang menentukan nasib kelolosan. Kedua tim sama-sama mengoleksi 7 poin sebelum laga final fase grup, sehingga selisih gol menjadi penentu utama. Indonesia memulai laga dengan keunggulan selisih 2 gol, sementara Malaysia unggul 3 gol. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2, sementara Malaysia menang 6-0 atas Singapura—namun keajaiban terjadi di detik-detik terakhir.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh hingga menit ke-90, sementara Malaysia memimpin 5-0 atas Singapura. Pada menit ke-90+1, gawang Indonesia kebobolan, membuat skor menjadi 7-2. Dua menit berselang, Malaysia mencetak gol keenamnya lewat serangan balik, sehingga skor akhir menjadi 6-0. Para pemain Malaysia langsung merayakan kelolosan, percaya diri bahwa mereka akan finis di puncak klasemen dengan selisih gol 9-0, unggul dua gol atas Indonesia yang saat itu berada di 8-2. Namun, dalam dua detik terakhir laga, keajaiban tercipta: Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, diikuti oleh Mitchell Baker yang menambahkan gol kedua pada menit ke-90+7. Skor akhir Indonesia 9-2, menggeser Malaysia dari puncak klasemen dengan selisih gol 11-2, sementara Malaysia harus puas di posisi kedua dengan 9-0.
Kemenangan dramatis ini membuat Timnas Indonesia lolos sebagai juara grup dan berhak melaju ke final melawan Thailand. Erick Thohir, sebagai Ketua Umum PSSI, menyatakan kegembiraan atas keajaiban yang terjadi, sementara pelatih Ole Romeny memuji ketahanan mental skuadnya. Di sisi lain, para pemain Malaysia sempat merayakan kemenangan dan kelolosan sebelum menyadari bahwa hasil akhir laga Indonesia telah mengubah segalanya. Final FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar beberapa hari mendatang, dengan Indonesia menjadi tuan rumah dan favorit berdasarkan performa luar biasa di fase grup.















