Sumbawanews.com,- Aston Villa menang 3-1 atas Indonesia All Stars dalam laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, namun permainan tim tuan rumah justru memukau para pemain tamu. Gol-gol Villa dicetak oleh Emiliano Buendia pada menit ke-3, Ross Barkley di akhir babak pertama, dan Brian Madjo pada menit ke-58, sementara Arkhan Kaka memperkecil kedudukan untuk Indonesia pada menit ke-83. Meski kalah, Indonesia All Stars mendapat pujian luas dari kiper Aston Villa, James Wright, yang menilai tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tampil sangat solid dan mengejutkan.
Wright mengaku tidak menyangka level permainan Indonesia All Stars yang sebagian besar berasal dari Liga 2 dan Championship mampu memberi perlawanan ketat. “Mereka bagus. Kami tidak benar-benar tahu apa yang harus diharapkan sebelum pertandingan karena kami belum pernah melihat mereka bermain sebelumnya. Tapi mereka menunjukkan standar yang sangat bagus. Semua pemain mereka bermain dengan baik,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan kekaguman terhadap atmosfer di GBK, menyebut pengalaman bermain di Indonesia sebagai sesuatu yang berbeda dan berharga bagi tim dalam masa persiapan pramusim.
Selain pujiannya terhadap performa pemain, Wright menilai sambutan hangat dari suporter sebagai bagian tak terpisahkan dari momen bersejarah ini. “Ya, kami menikmatinya. Itu pengalaman yang sangat bagus. Datang ke sini sangat berbeda dari saat berada di Inggris. Ini adalah kesempatan besar bagi kami semua untuk merasakan budaya sepak bola yang berbeda, dan pada saat yang sama membantu kami membangun kebugaran selama pramusim,” tambahnya.
Villa sendiri menjadikan tur Asia ini sebagai bagian dari persiapan menjelang laga Piala Super Eropa melawan Paris Saint-Germain pada 13 Agustus 2026. Setelah bertanding di Jakarta, tim asal Birmingham ini akan melanjutkan tur dengan menghadapi BG Pathum United di Thailand pada 4 Agustus, lalu menghadapi Bayern Munich pada 7 Agustus. Sementara itu, Indonesia All Stars membuktikan bahwa semangat dan kerja sama bisa menyaingi kekuatan tim top Eropa—bahkan jika skor akhir tak berpihak pada mereka.















