Home Berita Internasional AS Tolak Israel Akses Draf Kesepakatan dengan Iran

AS Tolak Israel Akses Draf Kesepakatan dengan Iran

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat menolak permintaan Israel untuk melihat draf nota kesepahaman (MoU) yang sedang disusun dengan Iran, sebuah langkah yang mengejutkan mengingat kedua negara adalah sekutu strategis. Sumber di Tel Aviv mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump sengaja menahan dokumen tersebut, khawatir Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan membocorkan isi kesepakatan sebelum dirilis secara resmi—sebuah kekhawatiran yang diyakini berakar pada sejarah ketegangan antara kedua pemimpin dalam urusan kebijakan Timur Tengah.

Laporan dari media Israel, i24 News, mengonfirmasi bahwa permintaan akses resmi dari pihak Israel telah ditolak. “Ini adalah perkembangan yang luar biasa dan sangat tidak biasa antara sekutu dekat, terutama pada isu yang menyangkut keamanan nasional Israel,” tulis koresponden i24 News di platform X. Pernyataan ini memperkuat indikasi bahwa Washington sedang mempertahankan kendali penuh atas narasi diplomasi dengan Teheran, bahkan jika itu berarti mengesampingkan kepentingan sekutu terdekatnya.

Namun, pejabat AS menyangkal adanya ketegangan. “Amerika Serikat tetap berkoordinasi erat dengan mitra regional, termasuk Israel, sepanjang proses negosiasi,” demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh sumber di Gedung Putih. Namun, pernyataan ini tidak menyangkal penolakan akses langsung terhadap draf dokumen—hanya menekankan bahwa komunikasi tetap terbuka.

MoU yang sedang disiapkan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang. Dokumen ini dipercaya mencakup tiga pilar utama: pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim internasional, dan batasan ketat terhadap program nuklir Teheran. Kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi penghentian permanen konflik antara AS dan Iran, yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade.

Ketegangan antara Trump dan Netanyahu bukanlah hal baru. Meski keduanya pernah bersekutu erat dalam kebijakan anti-Iran, hubungan mereka memburuk sejak Trump kembali menjabat. Netanyahu, yang dikenal sangat vokal dalam menentang setiap bentuk kompromi dengan Iran, dianggap oleh sejumlah analis AS sebagai ancaman terhadap keberhasilan negosiasi—bukan karena ketidaksetiaan, tetapi karena kecenderungannya untuk memanfaatkan informasi sensitif demi kepentingan politik domestik dan internasional.

Dengan draf MoU masih dirahasiakan, tekanan internasional semakin meningkat. Eropa, Rusia, dan China menunggu dengan cermat, sementara sekutu Arab di Teluk mempertanyakan apakah kesepakatan ini akan benar-benar menjamin stabilitas regional atau justru memicu reaksi balik dari kelompok bersenjata yang berlawanan dengan Iran.

Ketika dunia menanti penandatanganan di Jenewa, satu hal sudah jelas: diplomasi AS kali ini tidak lagi berjalan di bawah bayang-bayang sekutu, melainkan dijalankan dengan kehati-hatian yang nyaris militer—mengutamakan kontrol atas informasi, bukan keterbukaan.

Previous articleASIA TERKAIT, AMERIKA BLOKIR AI CLAUDE MYTHOS
Next articleSamsung Beda Pendekatan di Layar Lipat: Fold8 Wide Pakai Kaca Lebih Tebal, Ultra Justru Tipis
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.