Sumbawanews.com,- Amerika Serikat mengirim kapal induk USS George Washington dari Asia ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah menjalani pengerahan selama lebih dari 260 hari. Pergantian ini bukan karena kapal baru lebih canggih, melainkan untuk memulihkan daya tahan operasional pasukan setelah pengerahan berkepanjangan dalam konflik dengan Iran.
Kedua kapal induk—George Washington dan Abraham Lincoln—termasuk dalam kelas Nimitz, bertenaga nuklir, dan telah menjalani overhaul besar di pertengahan masa servisnya. Keduanya membawa paket kekuatan udara yang secara teknologi sangat serupa, termasuk Carrier Air Wing Five (CVW-5) yang terdiri dari pesawat F/A-18 Super Hornet, E-2D Hawkeye, dan EA-18G Growler. Pentagon menegaskan bahwa tujuan utama pergantian ini adalah rotasi, bukan peningkatan kekuatan tempur.
George Washington meninggalkan Da Nang, Vietnam, pada 5 Agustus 2026, bersama kapal penjelajah USS Robert Smalls dan kapal perusak USS Shoup. Rute perjalanan mereka melintasi Selat Singapura, Selat Malaka, dan memasuki Laut Andaman pada 14 Agustus, menuju Samudra Hindia dan kawasan Timur Tengah. Meski belum diumumkan resmi bahwa George Washington telah mengambil alih posisi Lincoln di Laut Arab, AS mengakui bahwa Abraham Lincoln masih beroperasi di kawasan itu setelah tiba pada Januari 2026 dan menjalani 241 hari berturut-turut di laut.
Angkatan Laut AS mengakui bahwa pengerahan panjang memberi tekanan besar pada awak dan keluarga mereka, meski membantah adanya peningkatan kasus bunuh diri di kapal. Pergantian ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan operasi militer di kawasan yang masih dipenuhi ketegangan.















