Sumbawanews.com,- Arsenal meraih gelar Community Shield setelah menghancurkan Manchester City 3-0 dalam laga yang berlangsung di Cardiff, Minggu (16/8). Gol-gol kemenangan dicetak oleh Ricardo Calafiori, Kai Havertz, dan Martin Odegaard, memperkuat status The Gunners sebagai juara bertahan kompetisi persahabatan itu. Kini, tim asuhan Mikel Arteta menghadapi tantangan berat: mematahkan kutukan panjang yang selama 34 tahun tak pernah berhasil dipecahkan oleh juara Community Shield — meraih gelar Liga Inggris di musim yang sama.
Sejak Premier League berdiri pada 1992, hanya delapan tim yang mampu memenangkan Community Shield lalu menjadi juara liga. Yang paling terakhir melakukannya adalah Manchester City pada musim 2018/2019 — satu-satunya tim dalam 15 tahun terakhir yang berhasil menembus belenggu itu. Sementara Arsenal, yang telah menang delapan kali dalam kompetisi ini sejak era Premier League (1998, 1999, 2002, 2004, 2014, 2015, 2017, 2020, dan 2023), belum pernah sekali pun melanjutkan kemenangan di Community Shield dengan gelar liga. Kutukan itu kini menjadi beban sekaligus motivasi besar bagi tim asal London Utara.
Dengan kekuatan tim yang kian matang, skuad Arsenal musim ini dianggap paling siap sejak lama untuk menantang dominasi Manchester City dan tim-tim besar lainnya. Kemenangan meyakinkan atas juara Piala FA dan juara bertahan Liga Europa ini bukan sekadar simbol, tapi indikator kuat bahwa mereka memiliki fondasi teknis, mental, dan strategis untuk bersaing di semua lini. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Arsenal layak jadi juara, tapi apakah mereka mampu mengakhiri sejarah yang selama tiga dekade tak pernah terpecahkan.
Prediksi pun mulai bermunculan: apakah musim 2024/2025 akan menjadi titik balik? Atau kutukan itu akan tetap hidup, seperti yang selama ini terjadi? Bagi Arsenal, ini bukan sekadar pertandingan pembuka — ini adalah ujian sejarah.















