Home Berita Nasional Anies: Dino Patti Djalal, Diplomat Sejati

Anies: Dino Patti Djalal, Diplomat Sejati

Sumbawanews.com,- Rekam jejak Dino Patti Djalal dalam diplomasi Indonesia bukanlah hasil kebetulan atau penunjukan sesaat, melainkan hasil perjalanan panjang yang dimulai sejak masa kuliahnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan hal itu sebagai tanggapan atas upaya sejumlah pihak merendahkan kredibilitas diplomat senior itu setelah ia mengkritik intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Anies mengenang saat Dino, yang masih mahasiswa, tampil gemilang dalam debat di BBC World menghadapi diplomat senior Timor-Leste, Ramos Horta, di tengah tekanan internasional terhadap Indonesia. “Diplomat muda Indonesia itu tampil tegak, menjaga nama bangsa dengan ketenangan yang jarang dimiliki orang seusianya,” tulis Anies di akun X pada 2 Mei 2026. Itu, menurutnya, adalah awal dari kesadaran publik akan kehadiran seorang Dino yang tak biasa.

Bertahun-tahun kemudian, saat Anies menempuh studi doktoral di Chicago, keduanya kembali bertemu. Dino, yang kini telah menjadi diplomat berpengalaman, menjelaskan kompleksitas situasi diaspora Indonesia pasca-9/11 dengan kejernihan analisis yang langka. “Bukan sekadar bicara, ia menghadirkan substansi—dengan gaya yang tenang, tapi tajam,” kata Anies.

Anies juga mengapresiasi inisiatif Dino dalam menggagas Kongres Diaspora Indonesia 2012, sebuah langkah strategis yang mengumpulkan ribuan warga negara Indonesia di seluruh dunia untuk menyusun kebijakan luar negeri yang inklusif. Ia juga mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), lembaga yang kini menjadi ruang dialog kritis bagi para ahli kebijakan luar negeri.

“Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino,” tegas Anies. Karier diplomatiknya mencakup peran sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Wakil Menteri Luar Negeri, serta berbagai misi diplomatik tingkat tinggi yang tak terhitung jumlahnya—bukan sekadar tiga bulan jabatan seperti disinggung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kritik Dino terhadap frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo—yang menurutnya menghabiskan satu dari enam hari kerjanya di luar negeri—memicu gelombang respons. Dino menilai gaya diplomasi semacam itu tidak efisien, boros anggaran, dan berisiko melemahkan kredibilitas Indonesia di mata mitra strategis. “Kunjungan kepala negara bukan liburan. Ia adalah instrumen kekuatan negara, bukan simbol kehadiran,” ujarnya dalam video Instagram.

Namun, klarifikasi Teddy Indra Wijaya yang menyoroti masa jabatan Dino sebagai Wakil Menlu hanya tiga bulan justru memperuncing kontroversi. Warganet dan kalangan ahli diplomasi menyebut pernyataan itu sebagai upaya mengalihkan fokus dari substansi kritik ke serangan personal. “Ini bukan soal berapa lama ia menjabat, tapi apa yang ia pahami dan berani sampaikan,” kata seorang mantan diplomat senior yang enggan disebut namanya.

Anies menutup pernyataannya dengan penegasan: “Dino bukan diplomat karbitan. Ia adalah diplomat yang lahir dari semangat mempertahankan martabat Indonesia—bukan dari jabatan, tapi dari keberanian berpikir dan berbicara.”

Previous articlePrabowo Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
Next articleKejagung Geledah BGN, KPK OTT Pejabat Imigrasi
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik