Sumbawanews.com,- Puluhan anak muda berkumpul di pantai Lima, Peru, untuk mengikuti kompetisi “aura farming”—tren viral di Amerika Selatan yang menguji kepercayaan diri dan kreativitas melalui gerakan tari dan penampilan kostum dramatis. Acara yang terinspirasi dari media sosial itu menampilkan peserta dengan kostum karakter fiksi seperti Spider-Man, Shrek, hingga tokoh nyata seperti mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang tampil dengan setelan olahraga abu-abu meniru penampilan saat ditangkap militer AS. Para peserta bergiliran menunjukkan gerakan unik, dari push-up berguling hingga tendangan ala video game, sambil berusaha memikat sorak penonton. Tidak ada kontak fisik atau penghinaan; pemenang ditentukan oleh intensitas respons audiens, bukan keahlian tari semata. Fenomena ini bermula di Brasil, lalu menyebar ke Meksiko, Argentina, Quito, hingga Spanyol, meski sejumlah pihak berwenang di Peru dan Brasil membatalkan acara karena alasan izin publik atau kekhawatiran gangguan pendidikan. Di Meksiko, menteri pendidikan justru merangkul tren ini dengan mengunggah video dirinya yang mengatakan sedang “mengumpulkan pendidikan yang baik.” Seorang peserta berusia 20 tahun, Liam Gonzales, mengatakan, “Aura farming adalah tentang membiarkan esensi diri mengalir di depan publik, tanpa rasa malu.”















