Home Berita Internasional Air Mata Gaza: 112 Jenazah Keluarga yang Tertimbun Tiga Tahun Akhirnya Dimakamkan

Air Mata Gaza: 112 Jenazah Keluarga yang Tertimbun Tiga Tahun Akhirnya Dimakamkan

Sumbawanews.com,- Ribuan warga berkumpul di Kota Gaza pada Selasa (4/8/2026) untuk memakamkan 112 anggota keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna, yang tewas dalam serangan Israel pada November 2023 dan baru ditemukan dari bawah reruntuhan setelah menanti hampir tiga tahun. Prosesi pemakaman massal ini menjadi salah satu yang terbesar sejak konflik meletus, dengan jenazah diselimuti bendera Palestina dan diarak melintasi kota dalam iring-iringan duka. Tim penyelamat Palestina berhasil mengevakuasi jenazah-jenazah itu dari lokasi serangan di kawasan Sabra, setelah sebelumnya 308 orang dari kedua keluarga itu tewas dalam serangan itu, termasuk 40 anak-anak, 30 perempuan, dan tujuh penyandang disabilitas. Sekitar 157 korban lainnya masih belum ditemukan, dan diperkirakan jenazah mereka telah membusuk atau tertimbun di bawah puing-puing yang belum dievakuasi.

Pemakaman itu memicu gelombang duka di kalangan aktivis hak asasi manusia dan peneliti Palestina. Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, menyebut pemandangan itu sebagai “tak biasa dan menyakitkan,” sementara Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina Mustafa Barghouti menyebutnya mungkin pemakaman terbesar dalam sejarah Palestina. Peneliti Mahmoud Hamed al-Aila menegaskan bahwa Gaza kini mengangkat jenazah anak-anaknya dari bawah reruntuhan, dan aktivis Mohammed Haniyah mengatakan puluhan jenazah lainnya telah terurai atau masih hilang. Aktivis Ali Abo Rezeq menekankan bahwa prosesi ini mengubah angka-angka korban menjadi peti jenazah dan kain kafan, sementara sejumlah blogger dan organisasi HAM, termasuk Ramy Abdu dari Euro-Med Human Rights Monitor, menyatakan bahwa sekitar 200 anggota keluarga Abu Sharia diyakini masih tertimbun.

Pemakaman berlangsung di tengah pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Oktober 2025, dengan serangan Israel yang berlanjut hingga Senin (3/8/2026) menewaskan sedikitnya 1.250 warga Palestina dan melukai 4.110 orang lainnya sejak gencatan senjata itu. Total korban perang sejak Oktober 2023 mencapai 73.375 tewas dan 174.220 luka-luka, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dengan sekitar 90 persen infrastruktur Gaza hancur. Majelis Klan dan Keluarga Palestina mendesak Dewan Perdamaian yang didukung negara-negara Barat untuk mempercepat evakuasi jenazah, pembersihan puing, dan pembangunan kembali Gaza, menegaskan bahwa meski penantian sebagian keluarga telah berakhir, pencarian terhadap ribuan korban yang masih hilang belum berakhir.

Previous articleDua Pemain Berdarah Indonesia Bersatu di Millwall
Next articleDFB Kecam Infantino: Tak Bertanggung Jawab atas Rencana Jual Saham Piala Dunia