Home Berita Nasional Air Bersih Berkelanjutan Dibangun Pascabencana Sumatra

Air Bersih Berkelanjutan Dibangun Pascabencana Sumatra

Sumbawanews.com,- Satgas PRR mempercepat pemulihan akses air bersih di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui infrastruktur modern yang dirancang bertahan jangka panjang. Bukan sekadar solusi darurat, program ini menggabungkan pembangunan ratusan sumur bor dalam dan dangkal dengan sistem penyediaan air minum (SPAM) berkapasitas besar yang tahan terhadap fluktuasi iklim dan bencana.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja dengan kapasitas 2×50 liter per detik di SPAM Karang Baru kini telah mencapai progres 30 persen dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Infrastruktur ini akan melayani sekitar 10.000 rumah tangga secara bertahap, menggantikan sistem lama yang rentan terganggu banjir dan sedimentasi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh kecepatan konstruksi, tetapi juga kepastian ketersediaan sumber air baku. “Sungai saat ini memang dalam kondisi pasang, tapi kita harus pastikan debitnya tetap cukup saat musim kemarau,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan.

Di Aceh Utara, SPAM Langkahan yang sempat lumpuh akibat banjir kini dipulihkan secara menyeluruh. Setelah penanganan darurat berhasil mengembalikan aliran air ke 1.500 sambungan rumah, Satgas PRR mulai membangun SPAM IKK Langkahan baru berkapasitas 50 liter per detik—sebuah upaya untuk mengatasi kelebihan beban sistem lama yang sudah usang. Dody menambahkan, kerusakan tidak hanya terjadi pada instalasi utama, tetapi juga jaringan distribusi: pipa-pipa tertutup lumpur, bocor, atau putus harus diganti satu per satu. “Kita kerjakan secara sistematis, agar masyarakat kembali bisa menikmati air bersih seperti sebelum bencana,” katanya.

Data per 30 Mei 2026 menunjukkan upaya kolaboratif yang masif. Kementerian PUPR telah membangun 280 sumur bor dalam dan 70 sumur bor dangkal. BNPB menangani 313 titik sumur bor, sementara TNI AD membangun 489 sumur bor dan 257 fasilitas MCK. Dukungan juga datang dari kepolisian yang turut membangun ratusan titik sumur bor di daerah terpencil.

Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi, perencanaan jangka panjang, dan koordinasi lintas lembaga, Satgas PRR tidak hanya memulihkan akses air—tapi membangun ketahanan sistem air bersih yang mampu bertahan menghadapi tantangan iklim masa depan.

Previous articleYouTube Tandai Konten AI, Kreator Tak Bisa Lagi Bersembunyi
Next articleKosmetik Palsu, Obat Keras Mengalir di Jakarta Pusat
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik