Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot mengungkapkan, pipa jaringan induk Perumdam Batulanteh kita telah berusia sekitar 36 tahun. Sedangkan pemukiman dan kepadatan Masyarakat berkembang pesat dibandingkan 36 tahun lalu.
Baca Juga: Bupati Ajak Semua Pihak Perkuat Disiplin
“Sudah 36 tahun yang lalu. Bayangkan sudah berapa orang beranak pinang, tapi pipanya masih yang itu-itu saja. Meskipun tambah pelanggan, tapi pipa induknya tetap,” ucap Bupati Sumbawa dalam Rapat Infrastruktur dan Kewilayahan Kabupaten Sumbawa sekaligus melaunching Program Layanan Lumpur Tinja Terpadu (LLTT), di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (01/12).
Menurutnya, untuk dapat melayani pertumbuhan kepadatan dan Masyarakat yang padat, maka musti dilakukan perubahan total terhadap jaringan pipa induk. “Perlu perubahan besar, revitalisasi sarana jaringan yang ada di sumbawa. Kami sudah datang ke kepala balai, tapi sekarang anggarannya ada moratorium. Mudah-mudahan (moratorium) cepat dicabut, agar bisa bantu Sumbawa,” ungkapnya.
Disebutkan, untuk menopang kebutuhan air masyarkaat, pemerintah juga telah mengusulkan pembuatan Bendungan Ai Ngelar dengan kisaran Anggaran Rp 150 milliar. Dan diperkirakan dapat mensuplay kebutuhan air bersih Masyarakat hingga Kawasan samota.
“Kalau masih menggunkan pipa induk yang sama, sama dengan menumpahkan air yang banyak kedalam wadah kecil,” jelasnya.
Selain itu, imbuhnya, pemerintah juga telah mengusulkan Pembangunan bendungan kerekeh. “Tapi ada moratorium Pembangunan embung saat ini. Mudah-mudahan ada kelonggaran kedepan, embung kerekeh sudah masuk nominasi tertinggi untuk prioritas embung yang ada di NTB,” jelas bupati, juga mengatakan, usulan lain antara lain Bendungan lebangka komplek, Bendungan Penyampang, Bendungan Tiu Rarang, dan Bendungan Sangkok Bawi. (Using)















