Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Bulog Cabang Sumbawa memastikan akan menyerap sedikitnya 20 ribu ton hasil produk pertanian, khususnya beras dan gabah untuk musim panen mendatang. Dan saat ini, terdapat sekitar 10 ribu ton stok di gudang-gudung Bulog.
“Situasi gudang, bahwa cabang sumbawa kondisi gudang 4 unit yang ada di Lopok Labuhan Sumbawa, Alas, dan di Sumbawa Barat, siap menerima penyerapan produksi pertanian khususnya beras dan gabah,” kata Omar Syarif, Pimpinan Cabang Kantor Bulog Sumbawa, di ruang kerjanya Senin (05/12).
Diungkapkan, stok gudang yang dimiliki saat ini, dinyatakan aman untuk kebutuhan konsumsi hingga penen mendatang. “Situasi saat ini, kita ada stok kurang lebih 10 ribu ton, yang tersebar di seluruh gudang. Ini aman sampai bulan Maret, Insya Allah. Karena rata-rata konsumsi kita sekitar seribu ton, dan ini lebih dari cukup untuk menunggu sampai produksi di Maret,” ucap dia.
Ia menegaskan, Bulog Sumbawa berkomitmen untuk melakukan penyerapan hasil produksi pertanian pada musim panen mendatang. “Kondisi saat ini berbicara mengenai space gudang, diperkirakan secara kalkulasi bisa mencapai sekitar 20 ribu ton. Ini kami optimistis di berbagai tempat di kabupaten Sumbawa, bisa kita serap produksi pertanian,” ucapanya.
Ia menjelaskan, Move Out telah berlangsung sejak awal tahun ini kurang-lebih 15 ribu ton. Pengiriman dilakukan ke berbagai provinsi, seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Bali, Kalimantan Tenggara, dan Provinsi Kalimantan Barat.
Dikatakannya, untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Sumbawa, Bulog telah bekerjasama dengan pemerintah daerah khususnya Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa untuk menyalurkan bahan-bahan pokok, seperti beras gula, dan minyak ke berbagai tempat.
“Mulai ujung timur sampai barat wilayah Kabupaten Sumbawa. Dan kami sudah mengakses sampai wilayah Lunyuk Labangka, Ropang, dan Orongn Telu. Itu dalam rangka menghadirkan pangan, supaya masyarakat di tempat tempat tersebut itu dapat menjangkau pangan dengan baik, tanpa adanya situasi yang harganya meningkat,” jelas dia.
Ia berharap, para pertani khususnya musim tanam ini agar lebih giat lagi untuk menanam dan menghasilkan produksi padi. Serapan Bulog juga memungkinkan untuk lebih besar dari perkiraan saat ini, dengan adanya Penggilingan Modern Bulog di Kecamatan Lape yang membutuhkan sekutar 6 ribu ton.
“Kami yakinkan bahwa kami Buloh Kancab Sumbawa sangat membutuhkan hasil produksi pertanian untuk panen mendatang. Bisa sampai 20 hingga 30 ribu ton yang bisa kita serap. Panen mendatang, kami perkirakan maret 2023. Saat ini kita lihat dibeberapa tempat masih sedikit, untuk tanam. Barang kali petani masih menunggu untuk tanam di bulan-bulan depan,” kata Omar Syarif. (Using)

















