Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Puluhan orang dari perwakilan 116 pangkalan dibawa salah satu agen penyalur LPG 3 Kg mendatangi DPRD Sumbawa, Rabu (16/07). Mereka menunggu dan mencegat Wakil Bupati Sumbawa, H. Muhamad Ansori, usai menyampaikan menyampaikan Jawaban Bupati Sumbawa Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Sumbawa Atas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Baca Juga: Pemda Akan Minta Laporan Lengkap PT SJR, Conveyor Amman Akan Dikaji Mendalam
Kheruddin, salah seorang pangkalan menyampaikan, sekitar 3 minggu sebanyak 116 pangkalan tidak menerima suplay LPG 3 Kg. pangkalan tersebut berada diberbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa, antara lain kecamatan moyo hilir, kecamatan moyo hulu, kecamatan moyo utara, kecamatan alas, bahkan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
“Terus gas (jatah 116 pangkalan) itu, dibawa kemana,” tanya dia, juga menambahkan, persoalan ini menyebabkan terjadinya penumpukan disalah satu pangkalan atau wilayah, dan terjadi kelangkaan di wilayah lainnya.
Ia menduga, terhentinya pasokan gas LPG 3 Kg, disebabkan adanya persoalan internal di agen. Padahal semustinya, persoalan internal agen tidak menjadi alasan terhentinya distribusi ke pangkalan.
“Masyarakat ini tidak mau tahu tentang ada persoalan agen atau tidak. Kami yang dikejar-kejar ini. Bayangkan jika satu pangkalan membawahi 100 kk, maka akan 11.600 Kk yang tidak menerima gas LPG 3 Kg,” jelas dia, dan meminta, agar 116 pangkalan tersebut dialihkan atau mendapatkan pasokan LPG 3 Kg dari agen lain.
Dijelaskan, persoalan tersebut telah disampaikan kepada Pertamina Depo Sumbawa dan pihak-pihak terkait lainnya. Namun hingga saat ini belum mendapatkan Solusi atas 116 pangkalan tersebut.
Wakil Bupati Sumbawa, H. Muhamad Ansori berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut secepat mungkin. Dengan memanggil berbagai pihak terkiat, termasuk pertamina.
“Hari ini kami komunikasi,” tegas Wabup. (Using)















