Moskow, sumbawanews.com – Usai perundingan Rusia-Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (19/06) mengungkapkan, Sejarah hubungan Rusia-Indonesia dan persahabatan Rusia-Indonesia sudah berlangsung sangat lama. Dan bagi Republik Indonesia, Federasi Rusia selalu menjadi mitra strategis dan negara sahabat.
Baca Juga: Putin Anggap Indonesia Mitra Utama di Asia-Pasifik
“Kita tidak pernah lupa bahwa Republik Indonesia yang masih muda, yang baru saja mendeklarasikan kemerdekaannya, yang saat itu merupakan negara yang cukup miskin, mendapat dukungan yang sangat besar dari Uni Soviet. Dan sampai hari ini di Indonesia, kita tidak melupakan hal itu, kita tidak melupakan bantuan dan dukungan yang diberikan dan dengan hati-hati melestarikan sejumlah besar benda yang bertahan hingga hari ini di banyak kota di Indonesia. Ini adalah sejumlah besar bangunan bersejarah, industri, transportasi, dan benda-benda lain yang masih mengingatkan kita pada sejarah gemilang hubungan bilateral kita,” jelas Prabowo Subianto.
Dikatakan, Meskipun Indonesia adalah negara yang cukup miskin pada saat deklarasi kemerdekaannya, Rusia memberi kita bantuan yang sangat signifikan saat itu dan tidak menuntut agar utang dilunasi dalam waktu singkat. “Meskipun demikian, kita berhasil melakukannya pada saat memungkinkan,” ucapnya.
Dikatakan, Indonesia mencatat pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan di hampir semua sektor, termasuk kerja sama ekonomi, kerja sama teknis, interaksi perdagangan dan investasi, kerja sama pertanian, dan bidang lainnya. “Kita telah mencapai sejumlah besar perjanjian bilateral baru, dan pertama-tama, saya ingin mencatat keinginan kita untuk menambah jumlah pemuda Indonesia yang belajar di wilayah Federasi Rusia dengan beasiswa,” kata dia.
Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan menyeluruh yang diberikan kepada Republik Indonesia dalam bergabung dengan BRICS sebagai peserta penuh dan anggota BRICS. “Saya juga mendukung upaya yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas antara Republik Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia,” ungkap dia.
Disebutkan, Dalam berbagai isu agenda internasional, Indonesia dan Rusia memiliki pandangan yang sama. “Kami mendukung kedaulatan masing-masing negara, selalu menganjurkan penyelesaian masalah secara damai, dan mendukung penyelesaian masalah melalui kerja sama, bukan melalui konflik,” tegas Presiden Indonesia. (Using)

















