Home Berita Internasional Deepfake AI Curi Rp2 Triliun dengan Suara Bos Palsu

Deepfake AI Curi Rp2 Triliun dengan Suara Bos Palsu

Sumbawanews.com,- Sebuah sindikat kriminal internasional menggunakan teknologi deepfake untuk meniru suara dan wajah pimpinan perusahaan, berhasil menguras dana sekitar 129 juta dolar AS (Rp2 triliun) dari ribuan perusahaan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain. Modus operandi mereka dimulai dengan mengirim email yang seolah berasal dari direktur utama, meminta pegawai keuangan membantu transaksi rahasia. Para pelaku kemudian memanfaatkan platform tanda tangan elektronik seperti DocuSign untuk membuat dokumen kerahasiaan tampak resmi, lalu mengarahkan korban berkomunikasi dengan seseorang yang menyamar sebagai pengacara dari firma hukum ternama. Dalam panggilan suara atau video, pelaku menggunakan kecerdasan buatan untuk meniru suara dan citra visual bos perusahaan, sehingga korban percaya instruksi transfer dana berasal dari atasan langsung. Ketiga tersangka—Jacob Soall (41), Sharon Hazan (54), dan Guy Sheetrit (42)—didakwa menjalankan aksi ini dari Juli 2024 hingga Februari 2026, dengan rekening tujuan yang sepenuhnya dikendalikan jaringan mereka. Penyidik menegaskan, tidak ada pembobolan sistem, hanya manipulasi psikologis yang dimanfaatkan dengan kecanggihan teknologi AI.

Previous articleNathan Tjoe-A-On Tampil Gemilang, Willem II Imbang 1-1 Lawan PEC Zwolle
Next articleGempa M 4,9 Guncang Sigi, BMKG Identifikasi Sesar Palolo sebagai Penyebab