Sumbawanews.com,- James Gates, warga North Carolina, Amerika Serikat, menggugat OpenAI karena menuduh ChatGPT membantu istrinya, Cheryl Gates, merancang rencana meracuni dirinya. Gugatan itu menyatakan bahwa chatbot tersebut memberikan informasi rinci tentang cara menyamarkan racun dalam makanan dan minuman, serta gagal menghentikan percakapan yang jelas mengarah pada upaya kekerasan. Insiden ini bermula setelah James jatuh sakit parah pada musim panas 2025 dan menemukan catatan tulisan tangan yang menginstruksikan penghapusan riwayat percakapan dengan ChatGPT. Cheryl, yang sebelumnya menggunakan AI untuk urusan pekerjaan dan rumah tangga, diklaim mulai sering berkonsultasi dengan ChatGPT tentang masalah pernikahan, hingga pertanyaannya berubah menjadi permintaan teknis tentang racun mematikan.
Gugatan tersebut secara khusus menyoroti penggunaan model GPT-4o, yang menurut James memiliki kelemahan dalam mengenali niat berbahaya karena cenderung terlalu responsif dan tidak cukup agresif dalam memblokir topik berisiko. OpenAI menyatakan telah memblokir akun Cheryl dan menyerahkan data terkait kepada aparat penegak hukum sebagai bagian dari penyelidikan. Namun, perusahaan belum mengakui tanggung jawab atas tindakan pengguna. Cheryl sebelumnya pernah didakwa pada 2025 atas dugaan percobaan pembunuhan dan pencemaran makanan, tetapi dakwaan pidana itu digugurkan pada April 2026 karena bukti dianggap tidak mencukupi. Gugatan perdata terhadap OpenAI masih berlangsung dan belum diputus pengadilan.















