Sumbawanews.com,- Pemerintah Prancis mulai melepaskan 10 juta barel solar dari cadangan strategis nasional, memicu penurunan harga bahan bakar di sejumlah SPBU sejak akhir pekan lalu. Kebijakan darurat ini ditujukan untuk meredam lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina. Solar dijual kepada perusahaan distribusi dengan harga historis jauh di bawah pasar—sekitar 0,28 euro per liter—dibandingkan harga pasar saat itu yang mencapai 1,10 euro per liter. Penurunan harga diharapkan mencapai 12 hingga 18 sen euro per liter selama tiga bulan, mulai November 2026 hingga Januari 2027.
TotalEnergies menjadi salah satu perusahaan pertama yang langsung menurunkan harga solar menjadi 2,15 euro per liter di 705 SPBU jaringan Access, lebih rendah 22 sen euro dari rata-rata nasional 2,37 euro per liter pada 31 Oktober 2026. Perusahaan sengaja mempercepat penurunan harga tanpa menunggu pengiriman fisik solar dari cadangan, agar konsumen segera merasakan manfaatnya. Jaringan supermarket E.Leclerc dan Coopérative U juga mengumumkan potongan hingga 21 sen euro per liter di sekitar 742 SPBU, meski realisasi bertahap tergantung pasokan. Data Roole Média menunjukkan harga rata-rata nasional turun 1,4 sen euro menjadi 2,350 euro per liter pada 2 November 2026.
Pemerintah menetapkan mekanisme unik: solar cadangan yang dibeli sebelum krisis energi dijual berdasarkan harga historis, tiga hingga empat kali lebih murah daripada harga pasar. Alokasi volume didasarkan pada distribusi perusahaan pada 2025, dan diatur oleh SAGESS, lembaga pengelola cadangan strategis minyak Prancis. Dekret 24 Oktober 2026 mengharuskan seluruh rantai distribusi meneruskan penghematan harga kepada konsumen, dengan pengawasan ketat oleh DGCCRF untuk memastikan tidak ada keuntungan berlebih oleh perusahaan. Transparansi harga wajib disampaikan kepada pelanggan.
Pelepasan 10 juta barel setara hampir seperlima dari total konsumsi solar nasional selama tiga bulan, yang diperkirakan mencapai 54 juta barel. Distribusi dilakukan bertahap sesuai kapasitas logistik dan kebutuhan SPBU. TotalEnergies menetapkan plafon harga solar sebesar 2,25 euro per liter di jaringannya. Meski harga solar cadangan menekan biaya, harga akhir tetap dipengaruhi fluktuasi pasar global. Kebijakan ini berlaku hingga 31 Januari 2027, dengan target penghematan 6 hingga 9 euro per pengisian 50 liter, dan hingga 10,50 euro di SPBU yang memberi potongan maksimal.















