Sumbawanews.com,- Pemerintah Jepang resmi membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (National Disaster Management Agency) pada Senin, 2 November 2026, guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi megaquake, tsunami, dan erupsi Gunung Fuji. Badan baru ini dipimpin oleh Menteri Rekonstruksi Goshi Hosono dan akan mengoordinasikan seluruh upaya penanggulangan bencana, mulai dari persiapan, respons darurat, hingga pemulihan pasca-bencana, dengan lebih dari 350 pegawai. Keputusan ini diambil bukan karena prediksi bencana segera terjadi, tetapi untuk menutup kelemahan sistem yang selama ini bersifat reaktif dan terfragmentasi antarinstansi. Hosono menekankan bahwa tujuan utamanya adalah melindungi nyawa dan harta benda masyarakat, serta menjadikan Jepang sebagai negara dengan kesiapsiagaan bencana terbaik di dunia.
Badan ini berada di bawah koordinasi Perdana Menteri Sanae Takaichi dan menjadi jawaban atas kegagalan sistem lama yang hanya membentuk tim sementara saat bencana terjadi. Pengalaman dari gempa dan tsunami 2011 yang menewaskan hampir 20.000 orang, termasuk 3.810 korban akibat kondisi pengungsian buruk, menjadi pemicu utama reformasi. Saat ini, kurang dari separuh pejabat pemerintah daerah telah mengikuti pelatihan penanggulangan bencana dalam lima tahun terakhir, dan hanya 15 persen yang memiliki rencana evakuasi khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Ancaman terbesar yang diwaspadai adalah megaquake di Palung Nankai, yang diprediksi bisa menewaskan hingga 298.000 orang, memaksa 6,5 juta orang mengungsi, dan menghancurkan 2,35 juta rumah. Gempa di kawasan Tokyo diperkirakan menyebabkan 18.000 korban jiwa, sementara erupsi Gunung Fuji berpotensi mengganggu 790.000 warga dan infrastruktur kritis. Untuk itu, badan baru ini juga akan memperbaiki fasilitas pengungsian yang selama ini dinilai tidak layak—dengan menyediakan toilet portabel bersih, dapur untuk makanan hangat, air panas, dan tempat tidur kardus.
Hosono, yang pernah menangani krisis nuklir Fukushima, meminta masyarakat segera memeriksa ketahanan rumah, menambatkan perabot, dan menyediakan persediaan air dan toilet portabel selama tiga hari. “Pikirkan hal ini untuk diri Anda sendiri dan ambillah tindakan,” ujarnya.















