Sumbawanews.com,- Spanyol, Jerman, dan Belgia sedang mempercepat pengembangan teknologi pengisian bahan bakar otomatis di udara untuk drone militer, guna memperluas jangkauan operasi dan durasi misi tanpa perlu mendarat. Kesepakatan untuk melanjutkan proyek ini ke fase kedua diumumkan pada 9 Oktober 2026, setelah sehari sebelumnya para pihak menyetujui lanjutan program yang dipimpin European Defence Agency (EDA). Proyek ini membutuhkan dana 8 juta euro (Rp162,14 miliar) dan bertujuan mengatasi hambatan teknis dalam pengisian bahan bakar antarpesawat tanpa awak.
Proyek ini merupakan kelanjutan inisiatif yang dimulai Spanyol dan Jerman pada Desember 2022, dengan Belgia bergabung di fase kedua. EDA menetapkan Spanyol sebagai pemimpin proyek, sementara Jerman menyediakan dukungan teknis dan Belgia menambahkan kapasitas industri serta penelitian. Konsorsium melibatkan Airbus Defence and Space dan GMV dari Spanyol, DLR dan AES Technology dari Jerman, serta ScioTeq dan Von Karman Institute dari Belgia. Teknologi yang dikembangkan berbasis sistem hose-and-drogue, yang sebelumnya diuji coba menggunakan pesawat tanker Airbus A330 MRTT, jet tempur Tornado Jerman, dan F-18 Spanyol.
Pada fase pertama, tim berhasil mengembangkan sistem pelacakan berbasis kamera untuk mendeteksi posisi drogue dalam penerbangan dan teknologi stabilisasi selang pengisian yang tahan terhadap gangguan aliran udara. Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah proses yang sebelumnya memerlukan intervensi pilot manusia dapat diotomatisasi. Namun, pengisian bahan bakar otomatis untuk drone tanpa awak—yang tidak memiliki pilot di dalam—masih menjadi tantangan utama yang akan dipecahkan di fase kedua. EDA menekankan bahwa proyek ini masih dalam tahap penelitian dan pengujian, belum mencapai tahap pengadaan atau produksi drone operasional.
Pengembangan ini sejalan dengan Strategi Teknologi dan Inovasi Pertahanan Spanyol 2026, yang menjadikan pengisian bahan bakar di udara sebagai prioritas nasional. EDA bertindak sebagai koordinator teknis dan pengelola risiko, namun belum mengumumkan rencana pembelian armada atau kontrak pengadaan pesawat dari hasil proyek ini.















