Home Berita Internasional Menteri Israel Akui Paksa 2.000 Warga Palestina Keluar dari Rumah di Hebron

Menteri Israel Akui Paksa 2.000 Warga Palestina Keluar dari Rumah di Hebron

Sumbawanews.com,- Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui bahwa pasukan Israel memaksa sekitar 2.000 warga Palestina meninggalkan rumah mereka di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, sebagai bagian dari operasi militer yang berlangsung sejak Jumat. Katz menyatakan warga tidak akan diizinkan kembali hingga “infrastruktur Hamas” di kota itu dibongkar. Operasi tersebut dimulai setelah dua warga Palestina menyerang pos pemeriksaan Israel, menewaskan dua tentara dan melukai tiga lainnya, sebelum kedua pelaku ditembak mati oleh pasukan Israel.

Operasi militer yang melibatkan Shin Bet dan polisi perbatasan itu menghentikan kegiatan pendidikan di Hebron, dengan sekolah dan universitas seperti Universitas Hebron serta Universitas Terbuka Al-Quds beralih ke pembelajaran daring. Pemerintah kota melaporkan penumpukan sampah akibat akses jalan yang ditutup, menghalangi petugas pengangkut sampah masuk ke wilayah tersebut. Penutupan akses juga diberlakukan di kota tetangga Halhul.

Katz menegaskan bahwa pengusiran warga adalah bagian dari strategi militer untuk menghancurkan jaringan Hamas di Hebron. Situasi ini terjadi dalam konteks meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak perang di Jalur Gaza meletus pada Oktober 2023, yang mencakup penangkapan massal, penghancuran rumah, pembakaran masjid, dan perluasan permukiman ilegal Israel.

Previous articleTimnas Indonesia Juara ASEAN Cup, Tiga Pilar Diaspora Masih Menunggu Menit Bermain di Eropa
Next articleTerkait Wilayah Konsesi, Bupati Sumbawa Mengaku Kecewa dan Akan Panggil PT Intam