Sumbawanews.com,- Pada 26 Oktober 1955, Ngo Dinh Diem secara resmi mendeklarasikan berdirinya Republik Vietnam, menggantikan monarki di bawah Bao Dai. Deklarasi ini didasarkan pada hasil referendum nasional yang digelar beberapa hari sebelumnya, di mana Diem diklaim memperoleh 98,2 persen suara. Referendum tersebut, yang didukung penuh oleh Amerika Serikat, menuai tuduhan kecurangan massal, termasuk laporan bahwa 400 ribu pemilih di Saigon memberikan lebih dari 600 ribu suara. Meski demikian, AS tetap mengakui pemerintahan baru Diem sebagai pemerintah sah Vietnam Selatan, sekaligus memperdalam keterlibatannya dalam urusan internal negara itu. Pemindahan kekuasaan dari Bao Dai ke Diem menandai awal dari delapan tahun pemerintahan otoriter yang didukung Barat, sekaligus memperdalam belahan politik di Vietnam pasca-Perjanjian Genewa 1954.















