Sumbawanews.com,- Mathew Baker, bek kelahiran Melbourne, Australia, pada 13 Mei 2009, secara tegas memilih berkomitmen penuh bersama Timnas Indonesia, menolak peluang membela Australia di masa depan. Pemain yang debut untuk tim senior Indonesia pada Juni 2026 di usia 17 tahun saat melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mengaku bahwa meski pernah bermimpi bermain untuk Australia, ia memilih jalan lain setelah menerima panggilan dari PSSI sejak 2024. Ia awalnya dipanggil ke timnas U-17, lalu naik ke U-20, dan akhirnya tim senior pada tahun yang sama, meski sempat ditawari bergabung dengan Australia U-17 pada pertengahan 2024.
Baker, yang memiliki garis keturunan Batak dari ibunya yang berasal dari Medan, Sumatra Utara, mengungkapkan bahwa impian masa kecilnya memang tertuju pada timnas Australia. “Tidak. Sejujurnya, tidak. Namun, tentu saja, bermain untuk Australia pernah menjadi impian saya ketika masih kecil,” ujarnya dalam wawancara dengan SBS. Namun, ia menambahkan, “Begitulah kehidupan. Kesempatan akan datang. Ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya akan terbuka.”
Debutnya di timnas senior terjadi pada laga FIFA Matchday melawan Oman pada 5 Juni 2026 malam WIB, di mana Indonesia menang 3-0. Baker masuk sebagai pemain pengganti dan bermain selama sepuluh menit. Kehadirannya di lapangan tidak hanya menjadi momen pribadi, tetapi juga simbol komitmen identitas—ia memilih membela negara yang mengalir dalam darahnya, bukan hanya tempat ia dilahirkan. Meski regulasi FIFA memungkinkan perpindahan asosiasi di masa depan, Baker menegaskan kepuasannya berada di tim Garuda. “Saya sangat bersyukur bisa bermain untuk Indonesia,” katanya.















