Home Berita Internasional Macron Uji Rudal M51.3, Putin Balas dengan Sarmat di Tengah Ketegangan Eropa

Macron Uji Rudal M51.3, Putin Balas dengan Sarmat di Tengah Ketegangan Eropa

Sumbawanews.com,- Presiden Prancis Emmanuel Macron memperlihatkan kekuatan nuklir strategis negaranya dengan peluncuran rudal balistik M51.3 dari kapal selam bertenaga nuklir Le Vigilant pada Selasa, 6 Oktober 2026. Rudal tersebut, yang dirancang membawa beberapa hulu ledak nuklir, melesat dari perairan Atlantik dekat Bretagne, dalam uji coba tanpa muatan tempur, sebagai bagian dari pengecekan kesiapan sistem setelah perawatan besar. Demonstrasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan Eropa pasca-perang Ukraina, dan segera memicu respons keras dari Kremlin. Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memiliki senjata andalan RS-28 Sarmat—rudal balistik antarbenua berbasis darat dengan kapasitas muatan jauh lebih besar—menanggapi aksi Prancis sebagai upaya konfrontasi yang berbahaya.

Macron, yang menyaksikan peluncuran dari fregat Auvergne, menyatakan bahwa Prancis kini “lebih kuat” dan pesan telah disampaikan kepada “pihak yang perlu menerimanya,” tanpa secara eksplisit menyebut Rusia. Namun, Kremlin menilai tindakan itu sebagai bagian dari tren Eropa yang mengarah pada konfrontasi dengan Moskow. Juru bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov menyebut pendekatan semacam itu “jalan buntu” dan menegaskan bahwa keamanan kawasan seharusnya dibangun melalui dialog, bukan demonstrasi senjata. Meski demikian, Moskow tetap menyatakan kesiapannya untuk berdialog, sambil tetap waspada terhadap perkembangan militer Eropa.

M51.3, yang mulai beroperasi penuh pada 24 Oktober 2025, adalah generasi ketiga rudal balistik peluncur kapal selam (SLBM) buatan Prancis, dirancang oleh ArianeGroup dengan peningkatan jangkauan, akurasi, dan kemampuan menembus pertahanan antirudal. Rudal sepanjang 13 meter dan berbobot 53 ton ini mampu membawa hulu ledak nuklir generasi baru TNO-2 dalam konfigurasi MIRV, diperkirakan mampu menargetkan empat hingga enam sasaran berbeda. Meski pemerintah Prancis tidak mengungkap jangkauan pastinya, estimasi publik menempatkannya di atas 9.000 kilometer. Keunggulan utama M51.3 terletak pada kemampuan kapal selam kelas Le Triomphant—yang mengoperasikannya—untuk bergerak secara tersembunyi di lautan, menjadikan posisi peluncurannya hampir tak terdeteksi, dan memperkuat kredibilitas penangkalan nuklir berbasis laut.

Berbeda dengan M51.3, RS-28 Sarmat adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) berbasis silo darat, dengan panjang 35,3 meter, diameter tiga meter, dan bobot peluncuran mencapai 208 ton. Dikembangkan untuk menggantikan sistem R-36M2 Voevoda peninggalan Uni Soviet, Sarmat menggunakan tiga tahap pendorong berbahan bakar cair dan dirancang membawa muatan strategis hingga 10 ton. Putin telah menyebut Sarmat sebagai rudal paling kuat di dunia, dengan kemampuan menembus sistem pertahanan antirudal modern dan menjangkau sasaran di seluruh belahan bumi. Kedua sistem ini mencerminkan dua strategi nuklir berbeda: Prancis mengandalkan keluwesan dan kerahasiaan laut, sementara Rusia memperkuat kekuatan darat dengan daya hancur masif.

Previous articleVeda Ega Pratama Siap Berikan yang Terbaik di Moto3 Mandalika 2026
Next articlePrabowo Sapa Gubernur Sherly Tjoanda, Tepuk Tangan Meriah Saat Nama Disebut