Home Berita Internasional Maria del Carmen Abascal, Simbol Perjuangan Hunian Spanyol, Meninggal di Usia 87

Maria del Carmen Abascal, Simbol Perjuangan Hunian Spanyol, Meninggal di Usia 87

Sumbawanews.com,- Maria del Carmen Abascal, perempuan berusia 87 tahun yang menjadi simbol perlawanan terhadap krisis perumahan di Spanyol, meninggal dunia pada Rabu, 7 Oktober 2026, di sebuah rumah sakit di Madrid. Ia meninggal dua pekan setelah digusur paksa dari apartemen yang telah ditempatinya selama lebih dari 70 tahun, akibat kenaikan sewa sebesar 230 persen oleh perusahaan investasi yang membeli properti itu. Penggusuran yang disertai penembakan gas air mata dan pembawaan tubuhnya dengan tandu memicu gelombang protes nasional, dengan sekitar 10.000 orang turun ke jalan di Madrid dan ribuan lainnya di berbagai kota Spanyol. Dari tempat tidur rumah sakit, ia menyerukan agar para demonstran tetap berjuang, menyatakan: “Saya ingin berada di sana bersama kalian semua. Namun, keadaan saya tidak memungkinkan. Karena itu, dari sini saya meminta kalian semua untuk tetap berani, terus berjuang, dan mempertahankan apa yang menjadi hak kalian.”

Kematian Abascal memperdalam kecaman terhadap kebijakan perumahan pemerintah dan memicu respons politik cepat. Perdana Menteri Pedro Sanchez mengumumkan pemilu lebih awal pada 5 Oktober, setelah partai oposisi menolak dua dekret darurat untuk menangani krisis hunian. Pemerintah kemudian menyetujui 21 langkah kebijakan baru pada 6 Oktober, termasuk larangan spekulasi properti, pajak atas sewa musiman, dan perpanjangan perlindungan bagi penyewa rentan. Namun, karena parlemen telah dibubarkan, kebijakan itu akan diputuskan oleh Dewan Tetap Kongres. Sementara itu, para demonstran di Lapangan Puerta del Sol mengheningkan cipta selama satu menit, lalu berbaris menuju gedung parlemen sambil meneriakkan, “Maricarmen tetap hidup, perjuangan terus berlanjut.” Menteri Kesehatan Monica García menyebut martabat dan keberaniannya sebagai teladan, sementara anggota parlemen Irene Montero menegaskan: “Ini bukan kematian, ini pembunuhan.” Perusahaan yang menggusurnya menawarkan agar ia kembali menempati rumahnya, tetapi tawaran itu datang terlalu lambat—Abascal meninggal hanya beberapa jam sebelum dijadwalkan menandatangani kontrak sewa baru.

Previous articleLiverpool Diragukan Punya Isak dan Gakpo Hadapi Man City, Jacquet Juga Cedera
Next articleNusron Wahid Mangkir Pemeriksaan KPK, Ketua KPK Ingatkan Janji Hormati Hukum