Sumbawanews.com,- Antonio Conte, pelatih asal Italia yang kini tanpa klub setelah meninggalkan Napoli, menyatakan ketertarikannya untuk menangani tim besar yang sedang berjuang bangkit dari masa suram. Dalam wawancara dengan The Athletic yang dikutip Tribal Football, ia menegaskan bahwa dirinya ingin memimpin klub dengan sejarah penuh trofi—tempat di mana kebangkitan bukan pilihan, tapi keharusan. “Jika saya pergi ke sebuah klub yang sejarahnya berbicara sendiri, sejarah yang terdiri dari trofi, gelar liga, dan kemenangan, Anda hanya bisa menghormati sejarah itu dengan memiliki ambisi untuk mengembalikan klub tersebut,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sejarah hanya diciptakan dengan kemenangan, dan tekanan untuk menang justru menjadi daya tariknya sebagai pelatih.
Pernyataan itu langsung memicu spekulasi kuat bahwa Manchester United menjadi calon utama tujuannya. Setan Merah, yang belum memenangkan Liga Inggris sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson, kini tengah berada di fase transisi pasca-kemenangan terakhir mereka di kompetisi domestik. Di bawah pelatih sementara Michael Carrick, performa MU musim ini belum meyakinkan, memperkuat tekanan untuk mengganti manajer. Meski Conte tidak menyebut nama klub secara eksplisit, deskripsinya tentang tim dengan sejarah gemilang namun terpuruk sangat cocok dengan profil Manchester United—klub tersukses sepanjang sejarah sepak bola Inggris yang kini berjuang kembali ke puncak.
Conte tidak menutup kemungkinan kembali ke Premier League, tempat ia pernah sukses besar bersama Chelsea, dengan meraih gelar liga dan Piala FA pada masa kepelatihannya. Ia juga pernah menangani Tottenham Hotspur, sehingga memahami dinamika kompetisi Inggris. Di sisi lain, namanya juga masih dikaitkan dengan Juventus, klub yang pernah ia bawa meraih tiga gelar Serie A berturut-turut antara 2011 dan 2014. Namun, dengan fokusnya pada klub yang butuh kebangkitan, bukan sekadar mengejar stabilitas, Manchester United muncul sebagai opsi paling logis dan menarik.
Belum ada kepastian resmi, tetapi keinginan Conte untuk membangun kembali kejayaan yang pernah hilang membuat namanya menjadi salah satu kandidat paling serius jika MU memutuskan mengganti pelatih. Bagi para suporter Setan Merah, kehadiran Conte bisa jadi awal dari babak baru—bukan sekadar perubahan, tapi revolusi.















