Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 dalam adu penalti, Senin (5/10) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pemain belakang Shayne Pattynama menjadi salah satu eksekutor penalti penentu kemenangan, mengeksekusi tendangan keempat bagi Skuad Garuda. Ketika Nattapong Sayriya gagal menuntaskan penalti keempat Thailand, Emil Audero berhasil menggagalkan tendangannya, mengamankan trofi bagi Indonesia setelah 35 tahun menunggu.
Shayne, yang lahir di Belanda, nyaris tidak terpilih dalam daftar awal 23 pemain yang diumumkan pelatih John Herdman. Ia baru dipanggil menggantikan Dony Tri Pamungkas yang cedera, dan baru mendapat kesempatan bermain di menit ke-101 final melawan Thailand, menggantikan Justin Hubner. Meski minim menit bermain, perannya di titik penalti menjadi krusial—tendangannya sukses menghantam gawang, memberi kepercayaan diri bagi tim dan suporter.
Dalam wawancara pascajuara, Shayne menggambarkan gelar ini sebagai pengalaman yang jauh melampaui sepak bola. “Setiap momen di turnamen ini terasa lebih besar dari sekadar pertandingan. Ini menguji kami secara fisik, mental, dan emosional,” ujarnya. “Berdiri di sana, saya merasakan kebahagiaan, kebanggaan, dan kegembiraan murni. Mengangkat trofi bersama saudara-saudara saya adalah kenangan yang akan saya bawa selamanya.”
Kemenangan ini bukan hanya sejarah bagi Timnas Indonesia, tapi juga simbol kebangkitan. Dengan lima pemain Persija Jakarta yang sudah lebih dulu terlibat—Dony Tri, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, dan Rayhan Hannan—Shayne menjadi tambahan tak terduga yang justru menyempurnakan mimpi. “35 tahun adalah penantian panjang. Banggalah pada setiap orang yang memakai seragam ini. Kita berhasil. Yang ini untuk kita semua,” tegasnya.
Juara ASEAN Cup 2026 bukan sekadar gelar—ia adalah bukti bahwa keajaiban bisa lahir dari ketidakpastian, dan keberanian bisa muncul dari sudut paling tak terduga.















