Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia meraih gelar pertama dalam sejarah final di Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah menang 4-2 lewat adu penalti atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026). Pertandingan berakhir imbang 2-2 setelah babak tambahan, memaksa kedua tim bertarung di titik putih. Empat penendang Indonesia sukses menjalankan tugasnya, sementara dua penendang Thailand gagal—satu tendangan mengenai tiang dan satu lagi ditepis kiper Emil Audero. Kemenangan ini memutus kutukan kegagalan di final kandang, setelah dua kekalahan dramatis dari Thailand pada final SEA Games 1997 dan Piala AFF 2002, keduanya juga lewat adu penalti.
Gelora kegembiraan meledak di seluruh penjuru SUGBK saat wasit meniup peluit akhir adu penalti. Suporter yang telah menanti gelar juara di tanah air selama hampir tiga dekade, langsung meneriakkan chant “Campione, Campione, Campione!” dengan penuh emosi. Ini adalah gelar pertama Timnas Indonesia di ajang resmi FIFA yang dimainkan di kandang sendiri, sekaligus penghapus rasa sakit dari dua kegagalan beruntun di final yang sama di stadion yang sama.
Sebelumnya, Indonesia pernah gagal meraih juara SEA Games 1997 dan Piala AFF 2002 setelah dikalahkan Thailand lewat adu penalti di SUGBK. Kali ini, garuda berhasil bangkit dari bayang-bayang masa lalu. Kiper Emil Audero menjadi pahlawan dengan dua penyelamatannya, sementara empat penendang Indonesia—tanpa disebutkan namanya dalam sumber—tak memberi ruang bagi Thailand untuk bangkit.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia, sekaligus pengakuan bahwa kegagalan masa lalu bisa diubah menjadi kekuatan. Dengan gelar ini, Timnas Indonesia menutup babak kelam di SUGBK dan membuka halaman baru dalam perjalanan sepak bola nasional.















