Sumbawanews.com,- Kecerdasan buatan (AI) kini mampu memangkas beban kerja operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga 60–70 persen, memungkinkan pemilik usaha fokus pada pengembangan bisnis. Hal ini diungkapkan dalam gelaran SME DigitalFest 2026 di Jakarta, yang digelar Exabytes Indonesia dan didukung Kementerian Ekonomi Kreatif. Lebih dari 100 pelaku UMKM nasional hadir dalam acara yang menekankan adopsi teknologi digital sebagai kunci daya saing. VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, menegaskan bahwa AI yang dulunya eksklusif bagi perusahaan besar kini dapat diakses oleh siapa saja, termasuk pelaku UMKM.
Untuk memandu transisi digital, Exabytes meluncurkan inisiatif GROW AI yang terbagi dalam tiga tahap: Naik Kelas, dengan membangun fondasi digital seperti domain, website, dan email bisnis; Naik Omzet, melalui integrasi AI pada pembuatan konten penjualan, otomatisasi iklan, dan layanan pelanggan lintas kanal; serta Naik Level, dengan mempersiapkan infrastruktur aman, kemitraan strategis, dan akses pendanaan. Direktur Aplikasi Kemenekraf, Tri Wahyudi, dan Direktur Pengembangan Bisnis SMESCO Indonesia, M. Rizki Firdaus, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan peta jalan digitalisasi pemerintah untuk mendorong produk UMKM menembus pasar global.
Di tingkat praktis, integrasi AI terbukti mengurangi kebutuhan sumber daya manusia. Steven dari Reka Tridi, pemenang GROWpreneur Competition 2026, mengatakan pekerjaan yang sebelumnya memerlukan dua hingga tiga orang—seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi SEO—kini bisa dilakukan oleh satu orang saja. Sementara itu, Marketing Lead Mekari Desty, Timothy Santoso, menjelaskan bahwa ekosistem digital terintegrasi memungkinkan pengusaha mengelola inventaris, toko online, hingga cabang offline dalam satu sistem. Ia menambahkan tantangan utama masih terletak pada keberanian pelaku UMKM untuk mulai bergerak ke dunia digital.















