Home Berita Internasional Arab Saudi: Puing Drone Houthi yang Dicegat Tewaskan Warga Yaman

Arab Saudi: Puing Drone Houthi yang Dicegat Tewaskan Warga Yaman

Sumbawanews.com,- Puing drone yang berhasil dicegat oleh pertahanan udara Arab Saudi menewaskan seorang warga Yaman yang tinggal di wilayah Taif, pada Kamis, 17 September 2026. Otoritas Arab Saudi melaporkan dua orang lainnya terluka dalam insiden tersebut—seorang perempuan warga negara Saudi dan seorang warga Pakistan yang kondisinya kritis. Puing-puing drone juga merusak sejumlah kendaraan dan bangunan di lokasi kejadian.

Insiden ini terjadi sehari setelah Arab Saudi menuduh kelompok Houthi mencoba menyerang kota Makkah dengan drone serupa, sebuah tuduhan yang langsung dibantah oleh pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi. Dalam pidato rekaman, al-Houthi menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan keji dan menyerukan demonstrasi besar-besaran di Sanaa serta wilayah yang dikuasai Houthi untuk mendukung perlindungan masjid-masjid suci, sekaligus menuntut pencabutan blokade yang diberlakukan Arab Saudi terhadap Yaman.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras upaya menyalahkan pihak tertentu tanpa bukti independen, sambil menyerukan penghormatan terhadap tempat-tempat suci umat Islam. Sementara itu, Bahrain, Yordania, dan Kuwait secara terbuka mengutuk serangan di Taif, sementara Pakistan menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan tersebut. Mesir juga menegaskan tidak ada alasan sah untuk menyerang Arab Saudi.

Eskalasi konflik antara Houthi dan Arab Saudi semakin memburuk seiring perebutan wilayah strategis di Yaman, termasuk pelabuhan Mokha dan pulau-pulau di Selat Bab el-Mandeb. Houthi juga mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 milik Arab Saudi di Provinsi Marib, meski klaim itu belum diverifikasi secara independen dan pihak Saudi tidak memberikan tanggapan.

Arab Saudi, yang masih enggan melancarkan operasi militer skala besar, kini menghadapi tekanan akibat menipisnya persediaan rudal pencegat. Riyadh meminta bantuan dari sekutu regional dan Barat, sementara ketegangan di Laut Merah terus mengancam jalur pelayaran internasional yang menjadi alternatif vital Selat Hormuz. Konflik ini merupakan bagian dari perang saudara Yaman yang berlangsung sejak 2014, yang telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan membuat ratusan ribu warga mengungsi.

Previous articleArema FC Siap Berdarah-darah Lawan Persik Kediri di Kanjuruhan
Next articleKlopp Bagi Timnas Jerman Jadi Dua Tim, Uji 44 Pemain Sebelum Nations League