Sumbawanews.com,- Program Microsoft Elevate telah membekali lebih dari 2,4 juta talenta di Indonesia dengan keterampilan kecerdasan buatan dalam dua tahun terakhir, sekaligus menerbitkan lebih dari 1,5 juta kredensial resmi. Inisiatif ini menargetkan inklusivitas AI dengan menyentuh pendidikan, komunitas rentan, dan pelayanan publik, termasuk guru madrasah, penyandang disabilitas, dan aparatur sipil negara di 38 provinsi. Managing Director Microsoft Gunawan Susanto menekankan bahwa akses AI harus merata agar berdampak nyata pada masa depan bangsa.
Program ini dijalankan melalui tiga pilar utama. Di sektor pendidikan, NUCare Global melatih 59 ribu pendidik pesantren dan madrasah yang menjangkau 2,3 juta santri, sementara Alkademi melatih lebih dari 85 ribu guru dan menjangkau 2.734 siswa di 407 kota/kabupaten. Biji-biji Initiative mencetak 2.359 master trainer dari 200 ribu pendidik. Di komunitas inklusif, GreatNusa melatih 50 ribu mahasiswa dan UMKM, Dicoding melatih 45 ribu praktisi TI, dan Alunjiva Indonesia memberdayakan 112 ribu orang dari kelompok rentan, termasuk 8.600 penyandang disabilitas. Di sektor publik, BINAR melatih 145 ribu ASN melalui program GARUDA AI, sementara AMANA Solutions bersama Kemenekraf merumuskan tata kelola AI di industri kreatif bersama 10 kementerian dan 60 pemangku kepentingan.
Inovasi nyata pun muncul dari peserta program: Muhammad Yusuf Fadhel Marwiji memanfaatkan machine learning untuk pemetaan risiko banjir, Emejleano Rusmin Nggepo mengembangkan aplikasi pembantu tunanetra, Syaravina Lubis menggunakan Microsoft Copilot untuk analisis kebijakan hukum, dan Janu Dwi Kristianto dari KKP menyederhanakan analisis risiko perikanan. Kolaborasi lintas sektor ini terus memperluas pemanfaatan AI yang produktif dan bertanggung jawab di Indonesia.















