Home Berita Internasional Dua Tokoh Politik AS yang Berlawanan Satu Panggung Bahas Bahaya AI

Dua Tokoh Politik AS yang Berlawanan Satu Panggung Bahas Bahaya AI

Sumbawanews.com,- Senator independen Bernie Sanders dan mantan penasihat strategis Gedung Putih Steve Bannon berbicara dalam Pro-Human Assembly pada Selasa, 15 September 2026, di Washington, menyatukan pandangan langka tentang risiko kecerdasan buatan. Keduanya, yang biasanya berada di kutub politik berlawanan—Sanders sebagai simbol progresif dan Bannon sebagai arsitek gerakan MAGA—sama-sama memperingatkan ancaman AI terhadap lapangan pekerjaan, keselamatan manusia, dan konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir perusahaan teknologi. Pertemuan itu dihadiri hampir 300 orang dari berbagai latar belakang, termasuk anggota Kongres, pemimpin agama, dan aktivis. Meski sepakat pada diagnosis risiko, mereka justru berbeda tajam dalam solusi yang diusulkan.

Sanders mengumumkan rencana pengajuan Undang-Undang Ban Artificial Superintelligence Act, yang diajukan sejak 3 September 2026 bersama anggota DPR Greg Casar. RUU itu mengusulkan larangan permanen terhadap pengembangan AI supercerdas—sistem yang melampaui kecerdasan manusia atau berpotensi mengancam kendali manusia—serta menghentikan sementara riset AI tingkat lanjut hingga regulasi keselamatan federal ditetapkan. Ia juga menyerukan pembentukan lembaga pengawas AI baru dan upaya internasional untuk mencegah pengembangan teknologi serupa di negara lain. Sanders menekankan bahwa publik hampir tidak punya suara dalam revolusi AI yang mengubah dunia, dan mengecam Kongres yang dinilainya terlalu lambat merespons.

Bannon, meski mengapresiasi peringatan Sanders, menekankan perlunya memperlambat laju inovasi AI agar masyarakat bisa memahami dampaknya sebelum terlambat. Ia mengakui perbedaan ideologis yang memisahkan dirinya dari Sanders, tetapi menilai AI sebagai ancaman yang melampaui partisan. Namun, ia tidak mendukung larangan permanen atau pembentukan lembaga baru seperti yang diusulkan Sanders. Tidak ada kesepakatan legislatif atau koalisi politik yang dibentuk antara keduanya—hanya kekhawatiran bersama yang menyatukan mereka di panggung itu.

Reuters dan NPR melaporkan bahwa penampilan berurutan Sanders dan Bannon menunjukkan kegelisahan terhadap AI kini telah menembus garis politik tradisional di Washington. Namun, belum ada konsensus nasional mengenai bentuk kebijakan yang harus diambil.

Previous articleDewa United Gasak Borneo FC 3-1, Puncak Klasemen Sementara
Next articleTimnas Indonesia Dianggap Favorit Juara ASEAN Cup 2026, Tapi Cedera Mengancam