Sumbawanews.com,- Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara, Marsda TNI Daan Sulfi, mengonfirmasi bahwa Serda Ahmad Muzammil Farisa tewas setelah dianiaya oleh senior sekaligus rekan satu angkatannya. Dua rekan Serda Ahmad, yakni Serda ZN dan Serda RP, dikabarkan dalam kondisi sehat dan telah kembali menjalani aktivitas harian tanpa gangguan fisik.
Kejadian bermula ketika ketiga prajurit itu dikumpulkan oleh Serda MTS, senior mereka. Kemudian, Serda JM, yang merupakan teman satu angkatan Serda MTS, memukul Serda Ahmad sebanyak tiga kali hingga korban meninggal dunia. Puspomau menegaskan bahwa insiden ini bukan kasus tunggal, namun menjadi puncak dari sejumlah laporan pembinaan yang melibatkan kekerasan. Pimpinan TNI telah menekankan bahwa pembinaan prajurit harus dilakukan secara positif dan tidak boleh melibatkan penganiayaan, penyiksaan, atau kekerasan fisik.
Daan Sulfi menambahkan, pihaknya sedang melakukan perbaikan sistem pembinaan di jajaran TNI Angkatan Udara untuk mencegah kejadian serupa. Setiap bentuk kekerasan dalam lingkungan militer akan ditindak tegas.















