Sumbawanews.com,- Pelatih baru Timnas Korea Selatan, Robert Moreno, secara terbuka membantah tudingan bahwa ia mengandalkan kecerdasan buatan seperti ChatGPT dalam pengambilan keputusan strategis, usai resmi ditunjuk pada 14 September 2026. Mantan pelatih Sochi dan Timnas Spanyol itu mengaku memang memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, tetapi menegaskan bahwa semua keputusan lapangan tetap menjadi tanggung jawabnya sendiri. Tudingan itu muncul pasca kepergiannya dari klub Rusia pada September 2025, namun Moreno menilai laporan tersebut keluar dari konteks dan sengaja diviralkan.
Moreno, pelatih Spanyol pertama yang memimpin Taegeuk Warriors, diberi mandat oleh Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) hingga 27 November 2026, dengan kemungkinan perpanjangan hingga Piala Asia 2027 di Arab Saudi tergantung evaluasi kinerja. Ia mengambil alih posisi setelah Hong Myung-bo tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026, sebuah kegagalan yang memicu kritik tajam terhadap manajemen KFA. Dalam skuad pertamanya, Moreno mempertahankan Son Heung-min sebagai tulang punggung, menekankan fleksibilitas sang kapten yang bisa bermain di tiga posisi berbeda—sebuah keputusan sekaligus respons terhadap kontroversi sebelumnya ketika Son dicadangkan pada laga penentuan melawan Afrika Selatan.
Selain Son, Moreno mengandalkan Lee Kang-in dan Kim Min-jae sebagai pilar utama tim. Ia akan memimpin Korea Selatan menghadapi Ekuador pada 24 September, Uruguay pada 28 September, Venezuela pada 2 Oktober, dan Uzbekistan pada 6 Oktober, dengan KFA berupaya menambah dua laga uji coba lagi pada jeda internasional November. Moreno tidak menjanjikan hasil instan, tapi menekankan tiga prinsip dasar yang ingin ditanamkan: kerja keras, kejujuran, dan rasa hormat. “Kami akan berusaha melakukan pekerjaan kami dengan jujur dan dengan tujuan membuat semua penggemar sepak bola Korea bahagia,” ujarnya.
Di tengah fokusnya membangun kembali kepercayaan publik, dunia sepak bola Korea juga diwarnai tren baru: kecerdasan buatan mulai merambah ranah perfilman. Dalam Inspiring Asia Micro Film Festival 2026, karya berjudul *Pulang* meraih penghargaan Best AI Film, menandai babak baru di mana teknologi AI diakui sebagai alat kreatif dalam produksi film pendek bertema sosial. Namun, bagi Moreno, urusan di lapangan tetaplah soal manusia—bukan algoritma.















