Sumbawanews.com,- Veda Ega Pratama gagal menembus batas 100 poin di kejuaraan Moto3 2026 setelah mencatatkan nihil poin dalam dua seri terakhir, yaitu di Aragon dan San Marino, setelah sebelumnya berada di ambang batas dengan 97 poin usai MotoGP Inggris. Finis di posisi 20 di Aragon dan 18 di San Marino membuat pembalap Indonesia itu tidak mengumpulkan poin sama sekali, sekaligus mencatatkan dua seri berturut-turut tanpa poin untuk pertama kalinya dalam debut musim ini. Sebelumnya, Veda hanya sekali gagal meraih poin saat finis, yaitu di Hungaria dengan posisi ke-16. Kegagalan ini membuat peringkatnya turun ke posisi ketujuh, digeser oleh Valentin Perrone dari Argentina, sementara rekan sesama Asia, Hakim Danish dari Malaysia, yang kini berada di peringkat delapan dengan 94 poin, semakin mendekat setelah mencatatkan finis ke-12 secara konsisten di dua balapan terakhir.
Ketidakmampuan Veda Ega dan tim Honda Team Asia untuk mempertahankan konsistensi poin menjadi titik kritis menjelang seri berikutnya di Austria, di mana waktu untuk evaluasi dan perbaikan semakin sempit. Dua seri tanpa poin ini memecahkan rekor konsistensi yang sebelumnya menjadi kekuatan utamanya di musim debut. Dengan selisih hanya tiga poin dari Hakim Danish, tekanan untuk bangkit di Austria semakin besar, bukan hanya untuk mempertahankan posisi tujuh, tetapi juga untuk menghindari tergeser lebih jauh dari jajaran atas klasemen.
Sementara itu, performa konsisten Hakim Danish yang meraih delapan poin dari dua seri terakhir menunjukkan tren naik yang mengancam posisi Veda Ega. Dengan hanya dua balapan tersisa sebelum paruh musim berakhir, setiap poin menjadi krusial. Tim Honda Team Asia kini dihadapkan pada tantangan mendesak: memahami akar masalah performa di trek berbeda, memperbaiki strategi balap, dan memulihkan kepercayaan diri sang pembalap sebelum gelombang lawan benar-benar melampaui ambang batas 100 poin yang selama ini menjadi target utama.















