Sumbawanews.com,- Manajer Manchester City Enzo Maresca menyatakan bahwa Phil Foden memang layak menerima kartu merah setelah terlibat konflik dengan Bruno Fernandes dalam laga Derby Manchester, namun ia menegaskan bahwa kapten Manchester United itu seharusnya juga dihukum serupa. Kejadian itu terjadi pada menit ke-25 di Old Trafford, saat Foden tersungkur setelah berebut bola di sisi lapangan, lalu menendang tubuh Fernandes. Wasit Michael Oliver langsung mengangkat kartu merah untuk Foden, tetapi tidak memberikan sanksi apa pun kepada Fernandes, yang sebelumnya telah menendang badan Foden saat pemain City itu sudah jatuh.
Maresca secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit. “Kartu merah untuk Phil memang tepat — itu reaksi emosional. Tapi Anda juga bisa melihat Bruno melakukan hal yang sama. Jika itu kartu merah untuk satu, maka harusnya juga untuk yang lain,” ujarnya, mengutip pernyataan dari ESPN. Ia menekankan bahwa insiden itu saling terkait, dan keputusan wasit yang hanya menghukum satu pihak dinilainya tidak konsisten.
Kemenangan 1-0 Manchester City atas rival abadinya itu, berkat gol Erling Haaland, semakin memperkuat dominasi City dalam derby ini — Haaland kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah derby Manchester, melewati Sergio Agüero dan Wayne Rooney. Namun, bagi Maresca, hasil akhir bukan satu-satunya fokus. “Musim lalu, saya bersama Chelsea dan kami diberi kartu merah dalam tiga menit pertama. Saya harap ada keadilan yang sama,” katanya, merujuk pada insiden kartu merah Robert Sanchez saat ia masih melatih Chelsea.
Laga yang berlangsung panas itu tidak hanya menentukan poin di klasemen Liga Inggris, tapi juga memicu perdebatan sengit soal konsistensi keputusan wasit dalam kasus kekerasan di lapangan. Dengan Foden absen di laga berikutnya, City harus menghadapi tantangan baru tanpa salah satu pemain kunci mereka, sementara Manchester United pun kehilangan kapten dan pengatur ritme permainan di tengah lapangan akibat keputusan kontroversial yang tak sepenuhnya seimbang.















