Sumbawanews.com,- Dua puluh lima tahun setelah serangan 11 September 2001, pemerintah New York membuka lebih dari 170 ribu halaman arsip rahasia yang selama ini tertutup, termasuk dokumen tentang udara beracun di sekitar Ground Zero yang dihirup para penyelamat, pekerja, penduduk, dan pelajar pasca-runtuhnya Menara Kembar. Polemik yang memicu sorotan global—terkait tawa singkat Wali Kota Zohran Mamdani dan anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) selama pembacaan nama korban di upacara peringatan 11 September 2026—teralihkan oleh temuan ini yang mengungkap pertanyaan lama: seberapa jauh pemerintah mengetahui bahaya kualitas udara saat itu, sementara masyarakat diberi jaminan keamanan.
Video empat detik yang menampilkan Mamdani dan AOC tersenyum saat nama-nama korban dibacakan menjadi viral di media konservatif, dengan Fox News, CNN, dan Newsweek melaporkan kecaman dari politisi seperti Wesley Hunt, Meghan McCain, dan Ted Cruz. Mereka menilai sikap keduanya tidak khidmat di lokasi sakral. Namun, saksi mata yang hadir di lokasi, termasuk mantan anggota Majelis Negara Bagian New York Yuh-Line Niou dan mantan petugas medis FDNY Michael Ragusa, membantah narasi itu. Niou menyatakan interaksi itu hanya berupa sapaan singkat, sementara Ragusa menegaskan bahwa AOC mendatangi Mamdani dari belakang barisan hanya untuk menyapa, dan keduanya tetap berada di lokasi selama 45 menit setelah upacara berakhir untuk berbicara dengan keluarga korban.
Laporan CNN dan Newsweek menekankan bahwa tidak ada suara percakapan dalam video tersebut, sehingga tidak ada bukti bahwa mereka tertawa atau meremehkan momen itu. Ragusa bahkan menyoroti bahwa sejumlah politisi dari Partai Demokrat maupun Republik lainnya terlihat berbicara, tertawa, atau menggunakan ponsel selama pembacaan nama korban—tindakan yang tidak mendapat sorotan sebesar yang dialami Mamdani dan AOC.
Pembukaan arsip 170 ribu halaman ini, yang dilakukan di bawah kepemimpinan Mamdani, menjadi langkah transparansi paling signifikan sejak tragedi itu, mengungkap risiko kesehatan jangka panjang yang selama 25 tahun disembunyikan dari publik.















