Sumbawanews.com,- Pada 21 Juli 2023, pesepakbola Gianluigi Donnarumma dan tunangannya, Alessia Elefante, menjadi korban perampokan bersenjata di kediaman mereka di kawasan Arrondisement 8, Paris. Para pelaku memasuki rumah mereka dini hari, mengikat keduanya yang saat itu sedang dalam kondisi hamil, dan merampas barang-barang pribadi senilai 500 ribu euro. Donnarumma dan Elefante berhasil melarikan diri dengan luka ringan, lalu melaporkan kejadian itu ke polisi. Sidang pertama kasus ini berlangsung dengan ketegangan tinggi, menghadirkan dua terduga pelaku utama, Ilyas Kherbouch (21) dan Khyan Mamouni (24), yang diduga sebagai otak perampokan.
Sidang yang berlangsung di Paris sempat ricuh ketika Kherbouch, yang sebelumnya kabur dari penjara selama 13 hari pada Maret 2023, melemparkan caci-maki kepada petugas kepolisian. Ia menolak kehadiran saudaranya di ruang sidang dan mengancam petugas dengan kalimat, “Sini kalian. Apa yang mau kalian lakukan?” Setelah diperingatkan akan dikeluarkan, ia bersikeras, “Saya tidak peduli. Saya tidak ingin hadir di persidangan ini. Saya tidak peduli sama sekali.” Kherbouch dan Mamouni kini mendekam di penjara sambil menunggu proses hukum berlanjut.
Dua anggota komplotan lainnya, yang masih di bawah 18 tahun saat kejadian, telah dihukum masing-masing tiga dan empat tahun penjara oleh pengadilan anak. Moktar Diop (24), yang mengakui keterlibatannya, tidak didakwa melakukan kekerasan. Sementara satu tersangka lainnya meninggal dunia akibat bunuh diri pada 2024, setelah sebelumnya mengaku terlibat dalam perampokan namun mengklaim bertindak di bawah tekanan rekan-rekannya.
Donnarumma, yang saat kejadian masih membela Paris Saint-Germain, dan Alessia Elefante—kini istrinya—memutuskan tidak hadir dalam sidang karena masih mengalami trauma mendalam. Kasus ini menjadi salah satu insiden paling mengerikan yang menimpa atlet internasional di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.















